Eks Pejabat Bush: AS Bangun Bunker Kiamat untuk Para Elite dengan Biaya Rp342 Kuadriliun

Kamis, 29 Mei 2025 - 07:07 WIB
loading...
Eks Pejabat Bush: AS...
Mantan pejabat era pemerintahan Presiden George H W Bush, Catherine Austin Fitts, klaim pemerintah AS telah membangun 170 bunker kiamat untuk para elite. Foto/X/NDTV
A A A
WASHINGTON - Seorang mantan pejabat era pemerintahan Presiden George H W Bush mengeklaim bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) telah membangun sekitar 170 bunker kiamat bawah tanah dan bawah laut untuk para elite. Menurutnya, proyek rahasia ini berlangsung antara tahun 1998 hingga 2015 dengan menghabiskan USD21 triliun (Rp342.105.886.637.102.700 atau Rp342 kuadriliun).

Catherine Austin Fitts, mantan Asisten Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan (HUD) era Presiden Bush, menyampaikan klaim itu saat hadir di podcast Tucker Carlson.

Fitts mengungkapkan fasilitas tersebut dirancang untuk melindungi kaum elite selama bencana besar dan saling terhubung oleh sistem transit tersembunyi yang didukung oleh teknologi energi yang dirahasiakan.“Ini adalah persiapan untuk bencana,” kata Fitts.

Baca Juga: Inilah Tempat Teraman di Inggris Jika Dibom Nuklir, Tapi Hanya Tampung 90 Orang

Dia mendasarkan klaimnya pada laporan tahun 2017 oleh ekonom Mark Skidmore, yang menyoroti pengeluaran federal yang tidak dapat dijelaskan, khususnya di dalam Departemen Pertahanan dan HUD. Fitts juga menyampaikan sugestinya bahwa bunker-bunker tersebut mendukung operasi rahasia, termasuk "program luar angkasa rahasia".

Meskipun ada contoh historis instalasi militer bawah tanah, seperti Cheyenne Mountain Complex, pernyataan Fitts yang lebih luas masih belum terverifikasi dan telah disambut dengan skeptisisme karena sejarahnya dalam mempromosikan teori-teori yang kontroversial.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
Brutal! Serangan Iran...
Brutal! Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Tewaskan 2 Tentara AS, 1 Personel Hilang
Rekomendasi
Polda Metro Mulai Selidiki...
Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI Terhadap Hotman Paris soal Ucapan ‘Lu Punya Otak Gak?’ ke Wartawan
Cing Abdel Sudah Ikhlas...
Cing Abdel Sudah Ikhlas Lepas Temon, Kini Hanya Tersisa Kenangan Lucu
BTS Jadi Magnet di Final...
BTS Jadi Magnet di Final Piala Dunia 2026, Justin Bieber hingga Tom Cruise Datang Menyapa
Berita Terkini
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Infografis
Bekerja Sama dengan...
Bekerja Sama dengan AS, Australia akan Bangun Kapal Selam Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved