Jerman Janji Bantu Ukraina Produksi Rudal Jarak Jauh yang Mampu Serang Rusia

Kamis, 29 Mei 2025 - 06:13 WIB
loading...
Jerman Janji Bantu Ukraina...
Jerman janji akan membantu Ukraina untuk memproduksi rudal jarak jauh yang dapat digunakan untuk menyerang wilayah Rusia. Foto/Sky News
A A A
BERLIN - Kanselir Jerman Friedrich Merz telah berjanji untuk membantu Ukraina memproduksi rudal jarak jauhnya sendiri yang dapat digunakan untuk menyerang target di wilayah Rusia. Moskow mengecam langkah tersebut karena akan semakin meningkatkan konflik.

Awal pekan ini, Merz juga menyatakan bahwa tidak ada lagi batasan jangkauan pada rudal yang dipasok ke Ukraina oleh negara-negara utama NATO—Inggris, Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat—, dengan mengeklaim bahwa batasan tersebut telah dicabut beberapa bulan yang lalu. Ini artinya, Kyiv bebas menyerang wilayah Rusia dengan senjata pasokan sekutu Barat.

Pada hari Rabu, Merz mengatakan dia telah memberi tahu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bahwa Berlin akan mendukung Kyiv dalam mengembangkan kemampuan rudalnya sendiri.

Baca Juga: Jerman Nyatakan Ukraina Kini Bebas Serang Wilayah Rusia dengan Rudal NATO

“Menteri pertahanan kami akan menandatangani nota kesepahaman hari ini mengenai pengadaan sistem senjata jarak jauh buatan Ukraina,” kata Merz kepada wartawan di Berlin.

“Kami juga ingin memastikan produksi bersama, tetapi kami tidak akan mengungkapkan rinciannya kepada publik,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa tidak akan ada pembatasan jangkauan pada senjata-senjata tersebut dan bahwa Kyiv akan diizinkan untuk menyerang target-target di luar wilayahnya sendiri.

Merz mengelak dari pertanyaan wartawan tentang apakah Berlin juga akan menyediakan rudal jelajah Taurus untuk Ukraina, yang mampu menjangkau ibu kota Rusia.

Surat kabar Bild melaporkan pada hari Selasa, mengutip beberapa sumber, bahwa Jerman tidak mungkin memasok rudal Taurus, mengingat bahwa para pejabat di Berlin memandang isu tersebut sebagai “tabu", karena khawatir hal itu dapat menyebabkan eskalasi besar-besaran.

Moskow telah mengecam inisiatif Merz. "Jerman bersaing dengan Prancis untuk mendapatkan keunggulan dalam memprovokasi perang lebih lanjut," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (29/5/2025).

Menyusul klaim Merz sebelumnya tentang pencabutan pembatasan penggunaan rudal jarak jauh Barat untuk Ukraina, Peskov memperingatkan bahwa hal ini dapat menyebabkan eskalasi serius konflik Moskow-Kyiv.

"Ini sangat merusak upaya penyelesaian damai yang telah dilakukan," ujarnya, merujuk pada perundingan langsung pertama antara Rusia dan Ukraina dalam tiga tahun awal bulan ini.

Peskov juga menunjukkan bahwa Kyiv tidak memiliki sistem penargetan yang diperlukan untuk melakukan serangan jarak jauh secara independen dan berpendapat bahwa memungkinkan serangan ini akan membuat negara-negara Barat menjadi peserta langsung dalam konflik tersebut.

"Pernyataan ini merupakan bukti lebih lanjut bahwa Uni Eropa tidak memperjuangkan perdamaian dan tidak ingin menyelesaikan konflik Ukraina melalui diplomasi," kata Peskov.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
PLN EPI Dorong Zero...
PLN EPI Dorong Zero Waste lewat Pengelolaan Sampah Terpilah dan Daur Ulang
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved