Jerman Janji Bantu Ukraina Produksi Rudal Jarak Jauh yang Mampu Serang Rusia
Kamis, 29 Mei 2025 - 06:13 WIB
loading...
A
A
A
Moskow telah mengecam inisiatif Merz. "Jerman bersaing dengan Prancis untuk mendapatkan keunggulan dalam memprovokasi perang lebih lanjut," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (29/5/2025).
Menyusul klaim Merz sebelumnya tentang pencabutan pembatasan penggunaan rudal jarak jauh Barat untuk Ukraina, Peskov memperingatkan bahwa hal ini dapat menyebabkan eskalasi serius konflik Moskow-Kyiv.
"Ini sangat merusak upaya penyelesaian damai yang telah dilakukan," ujarnya, merujuk pada perundingan langsung pertama antara Rusia dan Ukraina dalam tiga tahun awal bulan ini.
Peskov juga menunjukkan bahwa Kyiv tidak memiliki sistem penargetan yang diperlukan untuk melakukan serangan jarak jauh secara independen dan berpendapat bahwa memungkinkan serangan ini akan membuat negara-negara Barat menjadi peserta langsung dalam konflik tersebut.
"Pernyataan ini merupakan bukti lebih lanjut bahwa Uni Eropa tidak memperjuangkan perdamaian dan tidak ingin menyelesaikan konflik Ukraina melalui diplomasi," kata Peskov.
Menyusul klaim Merz sebelumnya tentang pencabutan pembatasan penggunaan rudal jarak jauh Barat untuk Ukraina, Peskov memperingatkan bahwa hal ini dapat menyebabkan eskalasi serius konflik Moskow-Kyiv.
"Ini sangat merusak upaya penyelesaian damai yang telah dilakukan," ujarnya, merujuk pada perundingan langsung pertama antara Rusia dan Ukraina dalam tiga tahun awal bulan ini.
Peskov juga menunjukkan bahwa Kyiv tidak memiliki sistem penargetan yang diperlukan untuk melakukan serangan jarak jauh secara independen dan berpendapat bahwa memungkinkan serangan ini akan membuat negara-negara Barat menjadi peserta langsung dalam konflik tersebut.
"Pernyataan ini merupakan bukti lebih lanjut bahwa Uni Eropa tidak memperjuangkan perdamaian dan tidak ingin menyelesaikan konflik Ukraina melalui diplomasi," kata Peskov.
(mas)
Lihat Juga :