Dunia Kecam Inisiatif Bantuan AS-Israel setelah Serbuan Mematikan di Gaza
Rabu, 28 Mei 2025 - 13:30 WIB
loading...
A
A
A
Kantor tersebut menambahkan, “Insiden ini memberikan bukti yang tidak dapat disangkal tentang kegagalan total pendudukan Israel dalam mengelola bencana kemanusiaan yang sengaja diciptakannya.”
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui kekacauan di lokasi GHF, tetapi mengatakan gangguan itu hanya berlangsung singkat.
“Kami menyusun rencana dengan teman-teman Amerika kami untuk memiliki lokasi distribusi yang terkendali di mana perusahaan Amerika akan mendistribusikan makanan kepada keluarga-keluarga Palestina,” ujar dia.
Dia menjelaskan, “Ada beberapa kehilangan kendali untuk sementara waktu. Untungnya, kami berhasil mengendalikannya kembali.”
Ia juga mengklaim tidak ada bukti kekurangan gizi di Jalur Gaza, dengan mengatakan, “Anda tidak melihat satu pun, tidak satu pun (orang) yang kurus kering sejak awal perang hingga saat ini.”
Departemen Luar Negeri AS juga meremehkan serbuan di lokasi GHF dan menepis kritik terhadap program bantuan tersebut sebagai “keluhan tentang gaya”.
“Hamas menentang dinamika (bantuan) ini. Mereka telah berupaya menghentikan pergerakan bantuan melalui Gaza ke pusat-pusat distribusi ini, tetapi mereka gagal,” papar Tammy Bruce, juru bicara Departemen Luar Negeri AS.
Dia menjelaskan, “Dalam lingkungan seperti itu, tidak mengherankan jika mungkin ada beberapa masalah yang terlibat. Namun, kabar baiknya adalah mereka yang berusaha memberikan bantuan kepada warga Gaza, yang bukan Hamas, telah berhasil.”
Ia menambahkan, “Cerita sebenarnya adalah bantuan dan makanan bergerak ke Gaza dalam skala besar. Kami melihat 8.000 kotak… Ini adalah lingkungan yang rumit, dan ceritanya adalah fakta itu berhasil.”
“Kebutuhan di lapangan sangat besar. Pada suatu saat di sore hari, volume orang di (lokasi distribusi) begitu banyak sehingga tim GHF mundur untuk memungkinkan sejumlah kecil warga Gaza mengambil bantuan dengan aman dan menyebar,” ujar kelompok itu.
Israel
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui kekacauan di lokasi GHF, tetapi mengatakan gangguan itu hanya berlangsung singkat.
“Kami menyusun rencana dengan teman-teman Amerika kami untuk memiliki lokasi distribusi yang terkendali di mana perusahaan Amerika akan mendistribusikan makanan kepada keluarga-keluarga Palestina,” ujar dia.
Dia menjelaskan, “Ada beberapa kehilangan kendali untuk sementara waktu. Untungnya, kami berhasil mengendalikannya kembali.”
Ia juga mengklaim tidak ada bukti kekurangan gizi di Jalur Gaza, dengan mengatakan, “Anda tidak melihat satu pun, tidak satu pun (orang) yang kurus kering sejak awal perang hingga saat ini.”
Amerika Serikat
Departemen Luar Negeri AS juga meremehkan serbuan di lokasi GHF dan menepis kritik terhadap program bantuan tersebut sebagai “keluhan tentang gaya”.
“Hamas menentang dinamika (bantuan) ini. Mereka telah berupaya menghentikan pergerakan bantuan melalui Gaza ke pusat-pusat distribusi ini, tetapi mereka gagal,” papar Tammy Bruce, juru bicara Departemen Luar Negeri AS.
Dia menjelaskan, “Dalam lingkungan seperti itu, tidak mengherankan jika mungkin ada beberapa masalah yang terlibat. Namun, kabar baiknya adalah mereka yang berusaha memberikan bantuan kepada warga Gaza, yang bukan Hamas, telah berhasil.”
Ia menambahkan, “Cerita sebenarnya adalah bantuan dan makanan bergerak ke Gaza dalam skala besar. Kami melihat 8.000 kotak… Ini adalah lingkungan yang rumit, dan ceritanya adalah fakta itu berhasil.”
Yayasan Kemanusiaan Gaza
“Kebutuhan di lapangan sangat besar. Pada suatu saat di sore hari, volume orang di (lokasi distribusi) begitu banyak sehingga tim GHF mundur untuk memungkinkan sejumlah kecil warga Gaza mengambil bantuan dengan aman dan menyebar,” ujar kelompok itu.
Lihat Juga :