India Murka Barat Sebut Potensi Perang Nuklir dalam Konflik dengan Pakistan
Rabu, 28 Mei 2025 - 10:01 WIB
loading...
A
A
A
“Siapa pun yang tidak buta dapat melihat bahwa organisasi teroris beroperasi secara terbuka dari kota-kota di Pakistan. Itu bukan rahasia. Daftar teroris Dewan Keamanan PBB penuh dengan nama dan tempat-tempat Pakistan, dan tempat-tempat inilah yang menjadi target kami,” ujar dia.
Tindakan militer India merupakan respons terhadap serangan 22 April di wilayah persatuan India, Jammu dan Kashmir, yang menewaskan 26 orang, sebagian besar turis.
New Delhi menyatakan mereka hanya menargetkan sembilan lokasi yang menurutnya terkait dengan organisasi teroris, dan bukan target militer atau sipil Pakistan.
Namun, Islamabad menuduh India menargetkan warga sipil. Pakistan membalas dengan menyerang lokasi militer India, yang menyebabkan eskalasi lebih lanjut oleh kedua negara.
Ketika ditanya apakah dunia harus berterima kasih kepada Amerika atas gencatan senjata tersebut, mengacu pada klaim Presiden AS Donald Trump mengenai masalah tersebut, Jaishankar berkata, “Penghentian tembak-menembak telah disetujui komandan militer kedua belah pihak melalui kontak langsung. Pagi sebelumnya, kami secara efektif menyerang dan melumpuhkan pangkalan udara utama dan sistem pertahanan udara Pakistan. Jadi, kepada siapa saya harus berterima kasih atas penghentian permusuhan tersebut? Saya berterima kasih kepada militer India karena tindakan militer India-lah yang membuat Pakistan berkata: Kami siap untuk berhenti.”
Menanggapi perbedaan pandangan antara India dan Jerman terkait Rusia, Jaishankar menyarankan Eropa dan Asia tidak memiliki kekhawatiran yang sama. “Perspektif kita tidak boleh sama,” ujar dia.
Tindakan militer India merupakan respons terhadap serangan 22 April di wilayah persatuan India, Jammu dan Kashmir, yang menewaskan 26 orang, sebagian besar turis.
New Delhi menyatakan mereka hanya menargetkan sembilan lokasi yang menurutnya terkait dengan organisasi teroris, dan bukan target militer atau sipil Pakistan.
Namun, Islamabad menuduh India menargetkan warga sipil. Pakistan membalas dengan menyerang lokasi militer India, yang menyebabkan eskalasi lebih lanjut oleh kedua negara.
Ketika ditanya apakah dunia harus berterima kasih kepada Amerika atas gencatan senjata tersebut, mengacu pada klaim Presiden AS Donald Trump mengenai masalah tersebut, Jaishankar berkata, “Penghentian tembak-menembak telah disetujui komandan militer kedua belah pihak melalui kontak langsung. Pagi sebelumnya, kami secara efektif menyerang dan melumpuhkan pangkalan udara utama dan sistem pertahanan udara Pakistan. Jadi, kepada siapa saya harus berterima kasih atas penghentian permusuhan tersebut? Saya berterima kasih kepada militer India karena tindakan militer India-lah yang membuat Pakistan berkata: Kami siap untuk berhenti.”
Menanggapi perbedaan pandangan antara India dan Jerman terkait Rusia, Jaishankar menyarankan Eropa dan Asia tidak memiliki kekhawatiran yang sama. “Perspektif kita tidak boleh sama,” ujar dia.
Lihat Juga :