China Kerahkan Kapal Induk dan 4 Kapal Perang ke Laut China Timur, Jepang Lesatkan Jet-jet Tempur

Senin, 26 Mei 2025 - 10:56 WIB
loading...
A A A
Hal itu terjadi di samping kehadiran kapal-kapal pemerintah China di perairan tersebut. Hingga Senin (26/5/2025), China telah mengirim kapal-kapalnya ke wilayah tersebut selama 189 hari berturut-turut. Tahun lalu, Beijing mengirim kapal-kapalnya di sekitar Kepulauan Senkaku selama 355 hari.

Namun, tindakan-tindakan di sekitar Kepulauan Senkaku hanyalah sebagian dari upaya China untuk menunjukkan kekuatan militernya di wilayah tersebut dalam beberapa bulan terakhir—tindakan-tindakan yang telah meningkatkan ketegangan antara kedua negara tetangga.

September lalu, kapal induk Liaoning memasuki perairan Jepang untuk pertama kalinya. Perairan tersebut membentang hingga 24 mil laut (44 km) dari garis pantai Jepang, tempat Jepang dapat mengambil tindakan-tindakan tertentu berdasarkan hukum internasional. Hal ini menyusul serangan pertama ke wilayah udara Jepang oleh pesawat militer China. Beijing kemudian mengeklaim bahwa serbuan pesawat itu tidak disengaja.

Sementara itu, media pemerintah China mengatakan bahwa kapal induk ketiga negara itu, Fujian, sedang melakukan uji coba laut intensif, dengan para ahli mengatakan bahwa kapal tersebut diharapkan untuk menguji teknologi ketapel elektromagnetiknya sebelum akhirnya dioperasikan.

Sistem peluncuran pesawat baru milik kapal induk tersebut akan memungkinkannya untuk meningkatkan secara signifikan tingkat serangan hariannya, sehingga meningkatkan kemampuannya untuk merebut supremasi udara dan maritim, kata Cao Weidong, seorang pakar militer China, seperti dikutip CCTV.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved