Apakah Petinggi Hamas Hidup Mewah di Qatar?

Minggu, 25 Mei 2025 - 15:36 WIB
loading...
A A A
Namun, ketika menyangkut pertanyaan tentang siapa yang akan diuntungkan dari serangan 7 Oktober, analis Barat mau tidak mau mengalihkan pandangan mereka ke Doha.

Motivasi utama Qatar untuk tetap bungkam jika mengetahui serangan itu, kata pejabat intelijen, adalah minatnya untuk menggagalkan pembicaraan antara Israel dan Arab Saudi, pesaing regional, mengenai normalisasi hubungan.

Kesepakatan antara dua ekonomi terbesar di kawasan itu dapat membuka pintu bagi kerja sama strategis di sejumlah bidang, termasuk gas alam, sumber kehidupan Qatar. Mengingat akses langsung Israel ke pasar Mediterania dan Eropa, setiap kolaborasi energi dengan Arab Saudi akan menjadi pengubah permainan.

"Adalah kepentingan Qatar untuk menghalangi proses normalisasi antara Saudi dan Israel," kata salah satu pejabat. "Setiap penyesuaian untuk keseimbangan kekuatan akan merusak posisi Qatar sebagai pemain diplomatik teratas yang dapat melakukan segalanya."

Pada akhirnya, dampak dari 7 Oktober menggagalkan perundingan Israel-Saudi. Kemarahan yang mendalam atas pemboman Israel di Gaza di dunia Arab, termasuk di Arab Saudi, menunjukkan bahwa dialog tidak akan dilanjutkan dalam waktu dekat.

Baca Juga: Tuding India Terlibat Teror Khuzdar, Pakistan Bersumpah Akan Balas Dendam

3. Hamas Tetap Tak Terkalahkan

Hamas tidak diragukan lagi telah terpukul keras dalam beberapa bulan terakhir, menurut para analis dan pakar kepada Al Jazeera. Hamas kemungkinan telah kehilangan ribuan pejuangnya, termasuk pemimpin militernya Yahya Sinwar, dan, menurut Dewan Hubungan Luar Negeri Eropa (ECFR), persediaan senjatanya telah menipis.

Namun, saat debu mulai mereda di Gaza, jelas bahwa Hamas belum dibasmi dan masih memiliki kehadiran di Jalur Gaza.

Pejuang Hamas telah tampil menonjol dalam penyerahan tawanan Israel sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan Israel. Dan anggota pemerintahan sipil yang dijalankan Hamas telah melanjutkan pekerjaan. Jika ada otoritas di Gaza, tampaknya itu masih Hamas.

"Hamas berkepentingan menciptakan citra kekuatan yang sangat diatur, dan kita harus melihatnya sebagai latihan propaganda," kata Hugh Lovatt dari ECFR kepada Al Jazeera.

Namun, Lovatt menambahkan bahwa setelah "lebih dari setahun pertempuran, para pejuang [Hamas] masih memegang kendali penuh atas Gaza".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Ini Alasan Jepang Naikkan...
Ini Alasan Jepang Naikkan Biaya Visa Masuk hingga 5 Kali Lipat
Rekomendasi
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Berita Terkini
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved