Anggota Kongres AS Serukan Gaza Dinuklir seperti Hiroshima dan Nagasaki, Dunia Murka

Sabtu, 24 Mei 2025 - 11:02 WIB
loading...
Anggota Kongres AS Serukan...
Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) Randy Fine. Foto/wikimedia commons
A A A
JALUR GAZA - Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) Randy Fine menyerukan agar Gaza “dibombardir dengan nuklir” seperti yang dilakukan di Hiroshima dan Nagasaki, dan menggambarkan perjuangan Palestina sebagai “kejahatan.”

Dalam wawancara dengan Fox News, Randy Fine dari Partai Republik ditanya tentang negosiasi gencatan senjata Gaza yang terhenti antara Hamas dan Israel, yang menurut laporan ia jawab, “Satu-satunya akhir dari konflik ini adalah penyerahan diri sepenuhnya oleh mereka yang mendukung teror Muslim. Dalam Perang Dunia II, kita tidak menegosiasikan penyerahan diri dengan Nazi, kita tidak menegosiasikan penyerahan diri dengan Jepang.”

Ia melanjutkan, “Kita menyerang Jepang dengan nuklir dua kali untuk mendapatkan penyerahan diri tanpa syarat. Itu harus sama di sini,” seraya menambahkan, “Ada sesuatu yang sangat, sangat salah dengan budaya ini dan itu harus dikalahkan.”

Ketika ditanya tentang pembunuhan dua pekerja kedutaan Israel di Washington, DC, pada hari Rabu, Fine berkata, “Inilah yang tampak seperti globalisasi intifada. Palestinaisme dibangun di atas kekerasan.”

Anggota kongres itu menambahkan, "Ini adalah budaya yang dibangun atas dasar kekerasan dan kita perlu mulai memperlakukannya seperti itu."

"Kita perlu mulai menyebut kejahatan sebagaimana adanya, dan tidak mencari-cari alasan untuk itu. Dan faktanya, perjuangan Palestina adalah perjuangan jahat," ujar dia, menurut laporan Truthout.

CAIR Kecam Pernyataan Fine


Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), kelompok advokasi di AS, mengecam pernyataan terbaru Fine dengan mengatakan bahwa hal itu "merupakan hasutan eksplisit untuk melakukan kekerasan, membahayakan Muslim Amerika dan Palestina, dengan menyerukan genosida nuklir terhadap lebih dari dua juta warga Palestina, yang setengahnya adalah anak-anak."

"Itu merupakan salah satu pernyataan paling berbahaya dan tidak manusiawi yang pernah dibuat oleh anggota Kongres yang sedang menjabat dan menandai peningkatan pola lama Fine dalam menghasut kekerasan dan kefanatikan,” ungkap CAIR dalam pernyataan pada hari Kamis (22/5/2025).

Direktur Urusan Pemerintah CAIR Robert S. McCaw mengatakan, "Mari kita perjelas: Randy Fine bukan hanya seorang fanatik yang berbahaya. Dia adalah anggota Kongres yang sedang menjabat yang secara terbuka berfantasi tentang pemusnahan genosida nuklir terhadap warga Palestina.”

McCaw menekankan, “Kongres sekarang harus memutuskan apakah akan menegakkan tanggung jawab etisnya atau hanya berdiam diri sementara salah satu anggotanya secara terbuka menyerukan pembunuhan massal terhadap warga Palestina. Diam dalam menghadapi genosida adalah keterlibatan. Harus ada konsekuensinya.”

Tlaib Disebut sebagai Teroris


Awal bulan ini, Fine menyebut anggota Kongres dari Partai Republik Rashida Tlaib sebagai “teroris Muslim” dalam menanggapi unggahan X oleh Tlaib yang mengatakan Israel “membuat Gaza kelaparan sampai mati,” dan menggunakan kelaparan sebagai senjata adalah “kejahatan perang.”

Tahun lalu, Fine memicu kemarahan ketika dia mengomentari pembunuhan aktivis Amerika Ayşenur Ezgi Eygi di Tepi Barat yang diduduki pada bulan September, dengan mengatakan di X, “Lempar batu, akan ditembak. Satu #MuslimTerror berkurang. #FireAway.”

Baca juga: Israel Mengebom Para Penjaga Bantuan Gaza saat Diserang Penjarah Antek Zionis
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
Hajar Makau, Indonesia...
Hajar Makau, Indonesia Amankan Tiket Perempat Final Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2026
Berita Terkini
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved