Trump akan Pasang Senjata AS di Luar Angkasa, Bagian dari Rencana Kubah Emas
Rabu, 21 Mei 2025 - 10:30 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump mengungkap program Kubah Emas. Foto/wistv
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth memaparkan rencana mereka yang paling jelas sejauh ini untuk program pertahanan rudal “Kubah Emas”. Langkah itu akan mencakup penempatan senjata di luar angkasa untuk pertama kalinya.
Berbicara dari Gedung Putih pada hari Selasa (20/5/2025), Trump mengatakan ia telah “secara resmi memilih arsitektur” untuk sistem tersebut, yang dirancang menjatuhkan “rudal hipersonik, rudal balistik, dan rudal jelajah canggih”.
“Saya berjanji kepada rakyat Amerika bahwa saya akan membangun perisai pertahanan rudal canggih untuk melindungi tanah air kita dari ancaman serangan rudal asing,” ujar Trump kepada wartawan di Ruang Oval.
Dia menjelaskan, “Sistem Kubah Emas akan mencakup sensor dan pencegat berbasis luar angkasa.”
“Setelah sepenuhnya dibangun, Kubah Emas akan mampu mencegat rudal bahkan jika diluncurkan dari sisi lain dunia dan bahkan jika diluncurkan dari luar angkasa,” lanjut Trump. “Kita akan memiliki sistem terbaik yang pernah dibangun.”
Pengumuman ini muncul kurang dari empat bulan setelah Trump menandatangani perintah eksekutif yang memulai pengembangan program tersebut.
Jenderal Michael Guetlein yang saat ini menjabat sebagai wakil kepala operasi antariksa di Space Force, salah satu cabang militer AS akan mengelola program tersebut.
Berbicara di acara tersebut, Hegseth memuji rencana tersebut sebagai "pengubah permainan" dan "investasi lintas generasi dalam keamanan Amerika dan warga Amerika".
Gedung Putih tidak segera merilis rincian lebih lanjut tentang sistem pertahanan rudal tersebut, dan Pentagon dilaporkan masih menyusun kemampuan dan persyaratannya.
Badan Anggaran Kongres memperkirakan awal bulan ini bahwa komponen berbasis antariksa dari Golden Dome saja dapat menelan biaya hingga USD542 miliar selama 20 tahun ke depan.
Berbicara dari Gedung Putih pada hari Selasa (20/5/2025), Trump mengatakan ia telah “secara resmi memilih arsitektur” untuk sistem tersebut, yang dirancang menjatuhkan “rudal hipersonik, rudal balistik, dan rudal jelajah canggih”.
“Saya berjanji kepada rakyat Amerika bahwa saya akan membangun perisai pertahanan rudal canggih untuk melindungi tanah air kita dari ancaman serangan rudal asing,” ujar Trump kepada wartawan di Ruang Oval.
Dia menjelaskan, “Sistem Kubah Emas akan mencakup sensor dan pencegat berbasis luar angkasa.”
“Setelah sepenuhnya dibangun, Kubah Emas akan mampu mencegat rudal bahkan jika diluncurkan dari sisi lain dunia dan bahkan jika diluncurkan dari luar angkasa,” lanjut Trump. “Kita akan memiliki sistem terbaik yang pernah dibangun.”
Pengumuman ini muncul kurang dari empat bulan setelah Trump menandatangani perintah eksekutif yang memulai pengembangan program tersebut.
Jenderal Michael Guetlein yang saat ini menjabat sebagai wakil kepala operasi antariksa di Space Force, salah satu cabang militer AS akan mengelola program tersebut.
Berbicara di acara tersebut, Hegseth memuji rencana tersebut sebagai "pengubah permainan" dan "investasi lintas generasi dalam keamanan Amerika dan warga Amerika".
Gedung Putih tidak segera merilis rincian lebih lanjut tentang sistem pertahanan rudal tersebut, dan Pentagon dilaporkan masih menyusun kemampuan dan persyaratannya.
Badan Anggaran Kongres memperkirakan awal bulan ini bahwa komponen berbasis antariksa dari Golden Dome saja dapat menelan biaya hingga USD542 miliar selama 20 tahun ke depan.
Lihat Juga :