PM Netanyahu: Perundingan Doha Kaji Kemungkinan Perang Gaza Berakhir
Senin, 19 Mei 2025 - 17:35 WIB
loading...
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ungkap perundingan Doha kaji kemungkinan perang Gaza akan berakhir. Foto/X/@Currentreport1
A
A
A
GAZA - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan negosiatornya di ibu kota Qatar, Doha, sedang mengkaji kesepakatan potensial dengan Hamas, termasuk kemungkinan berakhirnya perang Gaza.
"Tim perunding di Doha tengah berupaya keras untuk mencapai kesepakatan sesuai dengan usulan (utusan AS Steve) Witkoff untuk gencatan senjata jangka pendek dan pertukaran sandera terbatas atau kesepakatan untuk mengakhiri perang, termasuk pembebasan semua sandera, pengasingan pejuang Hamas, dan demiliterisasi Gaza," kata kantor Netanyahu dalam sebuah pernyataan, dilansir Anadolu.
Putaran baru perundingan antara Israel dan Hamas dimulai di Doha pada hari Sabtu untuk mencapai gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan guna mengakhiri pemboman Israel selama 19 bulan di Gaza.
Witkoff telah mengusulkan pembebasan 10 tawanan hidup dan setengah dari sandera yang tewas sebagai imbalan atas gencatan senjata selama 45 hari. Namun, rencana tersebut tidak mewajibkan Israel untuk mengakhiri perang di wilayah Palestina.
Namun, pernyataan Netanyahu menuai kecaman dari Menteri Keamanan Nasional sayap kanannya, Itamar Ben-Gvir.
"Setiap rencana untuk mengakhiri perang tanpa mengalahkan Hamas tidak akan terjadi," katanya di X.
Berbicara kepada harian Maariv, menteri ekstremis itu mengancam akan melemahkan pemerintah jika Israel tidak "terus menghancurkan Hamas."
Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich telah berulang kali mengancam akan menarik diri dari pemerintah dan menggulingkannya jika Netanyahu memutuskan untuk menghentikan perang genosida yang sedang berlangsung di Gaza, menuntut pendudukan kembali daerah kantong Palestina itu.
"Tim perunding di Doha tengah berupaya keras untuk mencapai kesepakatan sesuai dengan usulan (utusan AS Steve) Witkoff untuk gencatan senjata jangka pendek dan pertukaran sandera terbatas atau kesepakatan untuk mengakhiri perang, termasuk pembebasan semua sandera, pengasingan pejuang Hamas, dan demiliterisasi Gaza," kata kantor Netanyahu dalam sebuah pernyataan, dilansir Anadolu.
Putaran baru perundingan antara Israel dan Hamas dimulai di Doha pada hari Sabtu untuk mencapai gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan guna mengakhiri pemboman Israel selama 19 bulan di Gaza.
Witkoff telah mengusulkan pembebasan 10 tawanan hidup dan setengah dari sandera yang tewas sebagai imbalan atas gencatan senjata selama 45 hari. Namun, rencana tersebut tidak mewajibkan Israel untuk mengakhiri perang di wilayah Palestina.
Namun, pernyataan Netanyahu menuai kecaman dari Menteri Keamanan Nasional sayap kanannya, Itamar Ben-Gvir.
"Setiap rencana untuk mengakhiri perang tanpa mengalahkan Hamas tidak akan terjadi," katanya di X.
Berbicara kepada harian Maariv, menteri ekstremis itu mengancam akan melemahkan pemerintah jika Israel tidak "terus menghancurkan Hamas."
Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich telah berulang kali mengancam akan menarik diri dari pemerintah dan menggulingkannya jika Netanyahu memutuskan untuk menghentikan perang genosida yang sedang berlangsung di Gaza, menuntut pendudukan kembali daerah kantong Palestina itu.
Lihat Juga :