Meski Uji Klinis Belum Rampung, Rusia Sebut Vaksin Covid-19 Mereka Aman Digunakan

Senin, 07 September 2020 - 18:54 WIB
loading...
Meski Uji Klinis Belum...
Direktur Russia Direct Investment Fund (RDIF), Kirill Dmitriev menuturkan, vaksin Covid-19 mereka sudah dapat digunakan untuk keperluan darurat. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Direktur Russia Direct Investment Fund (RDIF), Kirill Dmitriev menuturkan, vaksin Covid-19 mereka sudah dapat digunakan untuk keperluan darurat. Hal ini, jelas Dmitriev, membuktikan kalau vaksin mereka sudah aman.

Dmitriev mengatakan, didapat hasil yang sangat positif dari uji coba Fase 1 dan Fase 2, dan karena platform pengiriman berbasis vektor adenoviral manusia telah terbukti sebagai platform pengiriman vaksin teraman selama beberapa dekade, termasuk melalui 75 publikasi ilmiah internasional dan di lebih dari 250 uji klinis. ( Baca juga: Bayar Uang Muka Impor Vaksin, Sri Mulyani Siapkan Duit Rp47 Triliun )

Para ilmuwan, jelasnya, memberikan data yang meyakinkan tentang keamanan penggunaan vaksin adenoviral manusia dan obat-obatan di seluruh dunia berdasarkan penelitian sejak 1953. "Menurut catatan, lebih dari 10 juta personel militer Amerika Serikat (AS) telah menerima vaksin adenoviral manusia sejak 1971," ucapnya.

"Perawatan kanker, Gendicine, berdasarkan vektor adenoviral manusia telah diberikan kepada lebih dari 30.000 orang di China dalam kurun waktu 15 tahun. Uji klinis vaksin berbasis teknologi vektor adenoviral manusia menggunakan vektor yang sama dengan Sputnik V, telah melibatkan lebih dari 25.000 orang di seluruh dunia," sambungnya.

Dia menyebut, sejak 2015 lebih dari 3.000 orang diberikan vaksin berbasis vektor adenoviral manusia untuk melawan demam Ebola dan Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS) yang dibuat di Gamaleya Center. ( Baca juga: Kemarin Pusing Nyari Vaksin, Sekarang Ribet Nentuin Harganya )

"Jadi, Rusia mendaftarkan vaksin karena telah disetujui sebelumnya, platform pengiriman adenovirus manusia yang aman dan efisien untuk penyakit lain. Sejak pendaftaran Sputnik V di Rusia, negara-negara lain juga mengumumkan rencana untuk mengikuti pendekatan Rusia untuk pendaftaran penggunaan darurat vaksin mereka," ungkapnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (7/9/2020).

"Vaksin Sinovac Biotech menerima persetujuan serupa di China. Pemerintah Inggris Raya dan kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS, Stephen Hahn telah mengisyaratkan potensi pendaftaran jalur cepat untuk pembuat vaksin Inggris dan Amerika, meskipun mereka sebelumnya telah memesan," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Gebuk Skotlandia, Gol...
Gebuk Skotlandia, Gol 71 Detik Ismael Saibari Antar Maroko ke Puncak Grup C
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Berita Terkini
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Infografis
WHO Tegaskan Orang Sehat...
WHO Tegaskan Orang Sehat Tak Perlu Disuntik Vaksin Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved