Teroris Ledakkan Bom di California Amerika Serikat, Telan Korban Jiwa
Minggu, 18 Mei 2025 - 11:08 WIB
loading...
A
A
A
Klinik fertilitas mengonfirmasi tidak ada seorang pun dari fasilitas mereka yang terluka, tetapi satu orang tewas dan beberapa lainnya terluka.
"Saya benar-benar tidak tahu apa yang terjadi," kata Dr Maher Abdallah, yang mengelola klinik tersebut. “Puji Tuhan hari ini kebetulan adalah hari tanpa pasien.”
Embrio yang disimpan di fasilitas itu juga tidak terluka, menurut klinik tersebut.
"Kami tengah melakukan pemeriksaan keselamatan menyeluruh dan telah memastikan bahwa operasi dan area medis sensitif kami tidak terdampak ledakan," kata klinik fertilitas itu kepada BBC.
American Reproductive Centers digambarkan sebagai pusat fertilitas layanan penuh pertama dan satu-satunya di Coachella Valley pusat dan laboratorium IVF, menurut situs webnya dan telah beroperasi sejak 2006.
Sejumlah badan penegak hukum telah turun ke tempat kejadian termasuk penyidik dari FBI, sementara Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak juga akan membantu menilai apa yang terjadi.
Polisi Palm Springs mengonfirmasi kematian satu orang, tetapi identitas korban belum diketahui. Mereka juga mempertimbangkan semua kemungkinan, termasuk apakah itu tindakan terorisme.
"FBI akan menyelidiki apakah ini tindakan yang disengaja," tulis Jaksa AS Bill Essayli dari Distrik Pusat California di X.
Jaksa Agung Pam Bondi menggambarkan insiden itu sebagai serang "tak termaafkan" dan mengatakan agen federal sedang bekerja untuk menentukan apa yang sebenarnya terjadi.
"Tetapi saya tegaskan: pemerintahan [Presiden Donald] Trump memahami bahwa perempuan dan ibu adalah jantung Amerika. Kekerasan terhadap klinik fertilitas tidak dapat dimaafkan," katanya dalam sebuah pernyataan di media sosial.
Seorang saksi mata Claudio Chavez, yang memiliki toko pelapis khusus di dekatnya mengatakan kepada The New York Post bahwa "rasanya seperti ledakan" ketika insiden mengerikan itu terjadi.
"Saya benar-benar tidak tahu apa yang terjadi," kata Dr Maher Abdallah, yang mengelola klinik tersebut. “Puji Tuhan hari ini kebetulan adalah hari tanpa pasien.”
Embrio yang disimpan di fasilitas itu juga tidak terluka, menurut klinik tersebut.
"Kami tengah melakukan pemeriksaan keselamatan menyeluruh dan telah memastikan bahwa operasi dan area medis sensitif kami tidak terdampak ledakan," kata klinik fertilitas itu kepada BBC.
American Reproductive Centers digambarkan sebagai pusat fertilitas layanan penuh pertama dan satu-satunya di Coachella Valley pusat dan laboratorium IVF, menurut situs webnya dan telah beroperasi sejak 2006.
Sejumlah badan penegak hukum telah turun ke tempat kejadian termasuk penyidik dari FBI, sementara Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak juga akan membantu menilai apa yang terjadi.
Polisi Palm Springs mengonfirmasi kematian satu orang, tetapi identitas korban belum diketahui. Mereka juga mempertimbangkan semua kemungkinan, termasuk apakah itu tindakan terorisme.
"FBI akan menyelidiki apakah ini tindakan yang disengaja," tulis Jaksa AS Bill Essayli dari Distrik Pusat California di X.
Jaksa Agung Pam Bondi menggambarkan insiden itu sebagai serang "tak termaafkan" dan mengatakan agen federal sedang bekerja untuk menentukan apa yang sebenarnya terjadi.
"Tetapi saya tegaskan: pemerintahan [Presiden Donald] Trump memahami bahwa perempuan dan ibu adalah jantung Amerika. Kekerasan terhadap klinik fertilitas tidak dapat dimaafkan," katanya dalam sebuah pernyataan di media sosial.
Seorang saksi mata Claudio Chavez, yang memiliki toko pelapis khusus di dekatnya mengatakan kepada The New York Post bahwa "rasanya seperti ledakan" ketika insiden mengerikan itu terjadi.
Lihat Juga :