Libya Dapat Kompensasi Miliaran Dolar Jika Tampung 1 Juta Warga Palestina

Sabtu, 17 Mei 2025 - 16:25 WIB
loading...
Libya Dapat Kompensasi...
Donald Trump merencanakan pemindahan satu juta warga Gaza ke Libya. Foto/X/@GaZaVoice7th
A A A
GAZA - Pemerintahan Donald Trump sedang menyusun rencana untuk merelokasi secara permanen hingga 1 juta warga Palestina dari Jalur Gaza ke Libya.

Rencana tersebut sedang dipertimbangkan dengan serius sehingga pemerintah telah membahasnya dengan para pemimpin Libya, dua orang yang mengetahui langsung rencana tersebut dan seorang mantan pejabat AS mengatakan kepada NBC. Sebagai imbalan atas pemukiman kembali warga Palestina, pemerintah berpotensi mencairkan dana miliaran dolar ke Libya yang dibekukan AS lebih dari satu dekade lalu, kata ketiga orang tersebut.

Belum ada kesepakatan akhir yang dicapai, dan Israel terus diberi tahu tentang diskusi pemerintah, kata ketiga sumber yang sama.

Departemen Luar Negeri dan Dewan Keamanan Nasional tidak menanggapi beberapa permintaan komentar sebelum artikel ini diterbitkan. Setelah publikasi, seorang juru bicara mengatakan kepada NBC News, "laporan-laporan ini tidak benar."

"Situasi di lapangan tidak dapat dipertahankan untuk rencana semacam itu. Rencana semacam itu tidak dibahas dan tidak masuk akal," kata juru bicara tersebut.

Basem Naim, seorang pejabat senior Hamas, mengatakan bahwa Hamas, kelompok pejuang yang ditetapkan AS yang telah menguasai Gaza, tidak mengetahui adanya diskusi tentang pemindahan warga Palestina ke Libya.

“Orang Palestina sangat mengakar di tanah air mereka, sangat berkomitmen pada tanah air dan mereka siap berjuang sampai akhir dan mengorbankan apa pun untuk mempertahankan tanah mereka, tanah air mereka, keluarga mereka, dan masa depan anak-anak mereka,” kata Naim menanggapi pertanyaan dari NBC News.

“[Orang Palestina] adalah satu-satunya pihak yang memiliki hak untuk memutuskan bagi orang Palestina, termasuk Gaza dan warga Gaza, apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.”

Perwakilan pemerintah Israel menolak berkomentar.

Libya telah diganggu oleh ketidakstabilan dan faksi-faksi politik yang bertikai selama hampir 14 tahun sejak perang saudara pecah di negara itu dan diktator lamanya, Moammar Gadhafi, digulingkan. Libya berjuang untuk mengurus penduduknya saat ini karena dua pemerintah yang bersaing, satu di barat yang dipimpin oleh Abdul Hamid Dbeibah dan satu di timur yang dipimpin oleh Khalifa Haftar, secara aktif dan keras berjuang untuk menguasai. Departemen Luar Negeri saat ini menyarankan warga Amerika untuk tidak bepergian ke Libya “karena kejahatan, terorisme, ranjau darat yang belum meledak, kerusuhan sipil, penculikan, dan konflik bersenjata.”

Baca Juga: Trump Tinggalkan Jazirah Arab, Israel Luncurkan Operasi Militer Besar-besaran ke Gaza

Pemerintah Dbeibah tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar. Tentara Nasional Libya Haftar tidak menanggapi permintaan komentar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Dipicu Kudeta 2021,...
Dipicu Kudeta 2021, Perang Saudara Myanmar Renggut Lebih dari 100 Ribu Jiwa
Tragis! Putra Mantan...
Tragis! Putra Mantan Miss World Venezuela Ditemukan Meninggal usai 9 Hari Tertimbun Reruntuhan Gempa
Rekomendasi
Nonton Prambanan Jazz...
Nonton Prambanan Jazz Festival Makin Seru, Nikmati Promo dan Kemudahan Transaksi dari BRI!
Paraguay vs Prancis:...
Paraguay vs Prancis: Les Bleus Target Berikutnya La Albirroja?
Film Bapak Paling Jujur,...
Film Bapak Paling Jujur, Drama Komedi yang Bikin Andovi da Lopez Tak Bisa Bohong
Berita Terkini
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Infografis
Melawan Donald Trump,...
Melawan Donald Trump, 7 Kampus Elite AS Kehilangan Dana Miliaran Dolar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved