Jenderal Pakistan: Respons Kami Cepat dan Brutal Jika India Langgar Gencatan Senjata!
Jum'at, 16 Mei 2025 - 09:55 WIB
loading...
A
A
A
Pada 10 Mei, ketika ketegangan antara kedua negara memuncak, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata telah dicapai antara India dan Pakistan. Menurut pemerintah Pakistan, 40 warga sipil—termasuk tujuh wanita dan 15 anak-anak—tewas dalam agresi India, dan 121 lainnya mengalami luka-luka.
Berbicara kepada Sky News, Jenderal Chaudhry memperingatkan bahwa dengan mendukung perang, India tengah menciptakan "resep untuk saling menghancurkan", seraya menambahkan bahwa dunia kini menyadari besarnya ancaman perang nuklir.
"Setiap pemain waras seperti AS memahami absurditas ini dan apa yang coba dilakukan India di sini," katanya, yang dilansir Jumat (16/5/2025).
Berbicara tentang tindakan India di Kashmir, dia menuduh negara itu mencoba "menginternalisasi masalah dan melecehkan" orang-orang Kashmir dengan kehadiran pasukan dalam jumlah besar.
"Ini adalah masalah yang harus diselesaikan oleh rakyat Kashmir sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa," katanya.
Dia melanjutkan: “Siapa pun yang mencoba melanggar wilayah, integritas, dan kedaulatan kami, respons kami akan brutal.”
Berbicara kepada Sky News, Jenderal Chaudhry memperingatkan bahwa dengan mendukung perang, India tengah menciptakan "resep untuk saling menghancurkan", seraya menambahkan bahwa dunia kini menyadari besarnya ancaman perang nuklir.
"Setiap pemain waras seperti AS memahami absurditas ini dan apa yang coba dilakukan India di sini," katanya, yang dilansir Jumat (16/5/2025).
Berbicara tentang tindakan India di Kashmir, dia menuduh negara itu mencoba "menginternalisasi masalah dan melecehkan" orang-orang Kashmir dengan kehadiran pasukan dalam jumlah besar.
"Ini adalah masalah yang harus diselesaikan oleh rakyat Kashmir sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa," katanya.
Dia melanjutkan: “Siapa pun yang mencoba melanggar wilayah, integritas, dan kedaulatan kami, respons kami akan brutal.”
Lihat Juga :