Trump: AS Harus Ambil Alih Gaza dan Mengubahnya Jadi Zona Kebebasan
Jum'at, 16 Mei 2025 - 00:01 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian pada hari Kamis, Trump berpidato di hadapan pasukan di Pangkalan Udara Al Udeid AS di Qatar, tempat markas regional Komando Pusat Pentagon berada.
"Sebagai presiden, prioritas saya adalah mengakhiri konflik, bukan memulainya, tetapi saya tidak akan pernah ragu untuk menggunakan kekuatan Amerika jika diperlukan untuk membela Amerika Serikat atau mitra kami," ungkap Trump.
"Qatar juga akan menginvestasikan USD10 miliar untuk mendukung pangkalan besar ini dalam beberapa tahun mendatang," papar Trump saat berpidato di hadapan pasukan.
Presiden AS akan melakukan perjalanan ke Uni Emirat Arab pada Kamis malam, dalam perjalanan terakhirnya yang menguntungkan ke Timur Tengah, yang disebutnya sebagai peluang penciptaan lapangan kerja massal di dalam negeri.
Pada hari Rabu, ia mengumumkan apa yang ia gambarkan sebagai kesepakatan terbesar dalam sejarah pembuat jet Amerika Boeing, dengan mengatakan Qatar telah setuju memesan hingga 210 pesawat Boeing 787 Dreamliner dan 777x buatan Amerika dalam kesepakatan senilai USD96 miliar.
"Ini adalah tur rekor. Tidak pernah ada tur yang akan menghasilkan, totalnya bisa mencapai USD3,5-4 triliun hanya dalam empat atau lima hari ini," papar Trump di Qatar.
Gedung Putih mengatakan pada hari Rabu bahwa presiden telah mengamankan USD1,2 triliun dalam "komitmen ekonomi" dari Qatar, tetapi mengutarakan pengumuman tersebut, dengan mengatakan kesepakatan tersebut berjumlah lebih dari USD240 miliar, termasuk pesanan Boeing.
Arab Saudi menjanjikan investasi USD600 miliar, termasuk penjualan senjata senilai USD142 miliar.
Baca juga: Dari Rafah ke Ashdod, Ini Video Terbaru Perlawanan Palestina Hadapi Pasukan Israel
"Sebagai presiden, prioritas saya adalah mengakhiri konflik, bukan memulainya, tetapi saya tidak akan pernah ragu untuk menggunakan kekuatan Amerika jika diperlukan untuk membela Amerika Serikat atau mitra kami," ungkap Trump.
"Qatar juga akan menginvestasikan USD10 miliar untuk mendukung pangkalan besar ini dalam beberapa tahun mendatang," papar Trump saat berpidato di hadapan pasukan.
Presiden AS akan melakukan perjalanan ke Uni Emirat Arab pada Kamis malam, dalam perjalanan terakhirnya yang menguntungkan ke Timur Tengah, yang disebutnya sebagai peluang penciptaan lapangan kerja massal di dalam negeri.
Pada hari Rabu, ia mengumumkan apa yang ia gambarkan sebagai kesepakatan terbesar dalam sejarah pembuat jet Amerika Boeing, dengan mengatakan Qatar telah setuju memesan hingga 210 pesawat Boeing 787 Dreamliner dan 777x buatan Amerika dalam kesepakatan senilai USD96 miliar.
"Ini adalah tur rekor. Tidak pernah ada tur yang akan menghasilkan, totalnya bisa mencapai USD3,5-4 triliun hanya dalam empat atau lima hari ini," papar Trump di Qatar.
Gedung Putih mengatakan pada hari Rabu bahwa presiden telah mengamankan USD1,2 triliun dalam "komitmen ekonomi" dari Qatar, tetapi mengutarakan pengumuman tersebut, dengan mengatakan kesepakatan tersebut berjumlah lebih dari USD240 miliar, termasuk pesanan Boeing.
Arab Saudi menjanjikan investasi USD600 miliar, termasuk penjualan senjata senilai USD142 miliar.
Baca juga: Dari Rafah ke Ashdod, Ini Video Terbaru Perlawanan Palestina Hadapi Pasukan Israel
(sya)
Lihat Juga :