Trump: AS Harus Ambil Alih Gaza dan Mengubahnya Jadi Zona Kebebasan

Jum'at, 16 Mei 2025 - 00:01 WIB
loading...
Trump: AS Harus Ambil...
Presiden AS Donald Trump berada di Qatar. Foto/anadolu
A A A
DOHA - Presiden Donald Trump mengatakan ia ingin Amerika Serikat (AS) "mengambil alih" Gaza dan mengubahnya menjadi "zona kebebasan".

Pernyataan Trump muncul saat Israel memperketat pengepungannya dan melanjutkan serangan militernya terhadap daerah kantong Palestina tersebut.

"Saya memiliki konsep untuk Gaza yang menurut saya sangat bagus, menjadikannya zona kebebasan, biarkan Amerika Serikat terlibat dan menjadikannya hanya zona kebebasan," ujar presiden AS di Qatar, pada hari ketiga lawatannya ke Timur Tengah, yang dimulai dengan kunjungan ke Arab Saudi awal pekan ini.

Qatar telah menjadi pemain kunci dalam upaya menengahi berakhirnya perang Israel selama 19 bulan di Gaza dan untuk mengamankan pembebasan tawanan yang ditahan Hamas.

Doha telah menentang keras pernyataan Trump sebelumnya bahwa ia bermaksud mengambil alih Gaza dan mengubahnya menjadi "Riviera Timur Tengah".

"Saya akan bangga jika Amerika Serikat memilikinya, mengambilnya, menjadikannya zona kebebasan," ujar Trump, dilansir AFP.

Trump juga memperingatkan AS akan "kembali menyerang" jika pemberontak Houthi Yaman melancarkan serangan baru, meskipun gencatan senjata baru-baru ini disepakati dengan Washington.

Presiden AS mengisyaratkan kesepakatan mengenai program nuklir Iran sudah dekat, yang berpotensi menghindari konflik militer, perkembangan yang menyebabkan harga minyak anjlok di tengah optimisme baru untuk diplomasi.

"Kami tidak akan membuat debu nuklir di Iran," ujar Trump. "Saya pikir kami hampir mencapai kesepakatan tanpa harus melakukan ini," papar dia, merujuk pada kemungkinan aksi militer.

Harga minyak turun lebih dari 3% menyusul pernyataan Trump, karena pasar menanggapi prospek terobosan dalam negosiasi AS-Iran.

Iran telah mengadakan empat putaran pembicaraan dengan pemerintahan Trump, yang telah berupaya mencegah ancaman serangan militer Israel terhadap program nuklir Teheran.

"Anda mungkin membaca berita hari ini tentang Iran. Itu semacam kesepakatan dengan persyaratan," ungkap Trump kepada wartawan, meskipun ia tidak menyebutkan perjanjian yang dimaksudnya.

Menurut ABC News, Ali Shamkhani, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan Teheran siap menyerahkan persediaan uraniumnya yang sangat diperkaya sebagai imbalan atas pencabutan sanksi AS.

Mendorong Diplomasi


Trump memuji Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, karena memainkan peran penting dalam mendorong diplomasi.

Iran, kata Trump, harus "mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya" kepada pemimpin Qatar karena mendesak AS menghindari tindakan militer terhadap tetangganya yang lebih besar.

Pada hari Kamis, selama pertemuan dengan para pemimpin bisnis, termasuk pimpinan Boeing dan GE Aerospace, Trump mengatakan pemerintahannya sedang mempertimbangkan pengembangan pesawat tempur bermesin ganda yang akan diberi nama F-55, selain peningkatan pada Lockheed Martin F-22 Raptor yang disebut F-22 Super, Reuters melaporkan.

"Kami akan membuat F-55 dan saya pikir, jika kami mendapatkan harga yang tepat, kami harus mendapatkan harga yang tepat, itu akan menjadi dua mesin dan peningkatan super pada F-35, dan kemudian kami akan membuat F-22," ujar Trump.

Dia menjelaskan, "Saya pikir jet tempur terindah di dunia adalah F-22 tetapi kami akan membuat F-22 Super dan itu akan menjadi versi yang sangat modern dari jet tempur F-22."

Kemudian pada hari Kamis, Trump berpidato di hadapan pasukan di Pangkalan Udara Al Udeid AS di Qatar, tempat markas regional Komando Pusat Pentagon berada.

"Sebagai presiden, prioritas saya adalah mengakhiri konflik, bukan memulainya, tetapi saya tidak akan pernah ragu untuk menggunakan kekuatan Amerika jika diperlukan untuk membela Amerika Serikat atau mitra kami," ungkap Trump.

"Qatar juga akan menginvestasikan USD10 miliar untuk mendukung pangkalan besar ini dalam beberapa tahun mendatang," papar Trump saat berpidato di hadapan pasukan.

Presiden AS akan melakukan perjalanan ke Uni Emirat Arab pada Kamis malam, dalam perjalanan terakhirnya yang menguntungkan ke Timur Tengah, yang disebutnya sebagai peluang penciptaan lapangan kerja massal di dalam negeri.

Pada hari Rabu, ia mengumumkan apa yang ia gambarkan sebagai kesepakatan terbesar dalam sejarah pembuat jet Amerika Boeing, dengan mengatakan Qatar telah setuju memesan hingga 210 pesawat Boeing 787 Dreamliner dan 777x buatan Amerika dalam kesepakatan senilai USD96 miliar.

"Ini adalah tur rekor. Tidak pernah ada tur yang akan menghasilkan, totalnya bisa mencapai USD3,5-4 triliun hanya dalam empat atau lima hari ini," papar Trump di Qatar.

Gedung Putih mengatakan pada hari Rabu bahwa presiden telah mengamankan USD1,2 triliun dalam "komitmen ekonomi" dari Qatar, tetapi mengutarakan pengumuman tersebut, dengan mengatakan kesepakatan tersebut berjumlah lebih dari USD240 miliar, termasuk pesanan Boeing.

Arab Saudi menjanjikan investasi USD600 miliar, termasuk penjualan senjata senilai USD142 miliar.

Baca juga: Dari Rafah ke Ashdod, Ini Video Terbaru Perlawanan Palestina Hadapi Pasukan Israel
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Tembus Pasar Global,...
Tembus Pasar Global, Brand Lokal Queensi Sukses Cetak Rekor 1 Juta Penjualan
Berita Terkini
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved