Ketika Pilot Pakistan Tembak Jatuh Jet Rafale India: Perintah Bunuh dan Teriakan Allahu Akbar
Kamis, 15 Mei 2025 - 11:56 WIB
loading...
Sebuah laporan mengungkap perintah komandan Angkatan Udara Pakistan kepada pilot tempur untuk menembak jatuh jet tempur Rafale India selama pertempuran udara pekan lalu. Foto/T-Magazine
A
A
A
ISLAMABAD - Selama operasi udara melawan agresi India, Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan Marsekal Zaheer Ahmed Baber Sidhu berbicara langsung kepada pilot tempur Islamabad melalui radio dan memerintahkan: "Bunuh mereka, bunuh mereka, jangan biarkan mereka memasuki Pakistan sejengkal pun."
Marsekal Sidhu berbicara langsung kepada pilot Skuadron 15—unit yang pernah dia pimpin sendiri—saat mereka terbang ke medan tempur pada dini hari tanggal 7 Mei 2025.
Di dalam ruang pusat komando Angkatan Udara Pakistan (PAF) yang sangat aman dan rahasia, suasana berubah drastis saat para perwira menyaksikan jet tempur Rafale India diserang di Bithanda. Ruangan itu dipenuhi dengan teriakan "Allahu Akbar."
Itu adalah momen penting dalam konfrontasi yang meningkat pesat antara dua negara tetangga bersenjata nuklir.
Baca Juga: PM Pakistan kepada India: Kami Siap Perang dan Damai, Kesombonganmu Jadi Debu!
Setelah serangan teror Pahalgam pada 22 April 2025 yang menewaskan 26 turis Hindu di Kashmir yang dikelola India—yang menurut India dilakukan oleh Pakistan—PAF tetap dalam keadaan siaga tinggi.
Sumber yang dekat dengan operasi yang sedang berlangsung mengatakan kepada The News bahwa Marsekal Sidhu telah mengambil alih komando secara pribadi atas situasi tersebut, beroperasi dari pusat saraf PAF yang paling rahasia dan kurang tidur selama empat hari berturut-turut.
Menurut beberapa pejabat senior PAF dan catatan operasional yang ditinjau oleh koresponden The News, Marsekal Sidhu memanggil pimpinan puncaknya pada 6 Mei setelah menerima intelijen yang kredibel tentang serangan India yang akan datang. Dengan munculnya ancaman eskalasi militer yang lebih luas, Pakistan dengan cepat beralih dari pengawasan ke pertahanan aktif.
Marsekal Sidhu berbicara langsung kepada pilot Skuadron 15—unit yang pernah dia pimpin sendiri—saat mereka terbang ke medan tempur pada dini hari tanggal 7 Mei 2025.
Di dalam ruang pusat komando Angkatan Udara Pakistan (PAF) yang sangat aman dan rahasia, suasana berubah drastis saat para perwira menyaksikan jet tempur Rafale India diserang di Bithanda. Ruangan itu dipenuhi dengan teriakan "Allahu Akbar."
Itu adalah momen penting dalam konfrontasi yang meningkat pesat antara dua negara tetangga bersenjata nuklir.
Baca Juga: PM Pakistan kepada India: Kami Siap Perang dan Damai, Kesombonganmu Jadi Debu!
Setelah serangan teror Pahalgam pada 22 April 2025 yang menewaskan 26 turis Hindu di Kashmir yang dikelola India—yang menurut India dilakukan oleh Pakistan—PAF tetap dalam keadaan siaga tinggi.
Sumber yang dekat dengan operasi yang sedang berlangsung mengatakan kepada The News bahwa Marsekal Sidhu telah mengambil alih komando secara pribadi atas situasi tersebut, beroperasi dari pusat saraf PAF yang paling rahasia dan kurang tidur selama empat hari berturut-turut.
Menurut beberapa pejabat senior PAF dan catatan operasional yang ditinjau oleh koresponden The News, Marsekal Sidhu memanggil pimpinan puncaknya pada 6 Mei setelah menerima intelijen yang kredibel tentang serangan India yang akan datang. Dengan munculnya ancaman eskalasi militer yang lebih luas, Pakistan dengan cepat beralih dari pengawasan ke pertahanan aktif.
Lihat Juga :