Ketika Pilot Pakistan Tembak Jatuh Jet Rafale India: Perintah Bunuh dan Teriakan Allahu Akbar

Kamis, 15 Mei 2025 - 11:56 WIB
loading...
A A A
Malam tanggal 6-7 Mei menandai titik kritis. Hampir 80 pesawat India—termasuk 32 Rafale, 30 Su-30 yang dilengkapi rudal BrahMos, dan campuran varian MiG—lepas landas dari sedikitnya 12 lapangan udara di dekat perbatasan Pakistan, menurut sumber pertahanan Pakistan.

Sebagai tanggapan, PAF mengerahkan sekitar 40 jet tempur J-10 dan pesawat tempur lainnya—jet buatan China yang kini menjadi pusat strategi pertahanan udara Pakistan.

PAF bekerja sama erat dengan militer Pakistan dan dinas intelijennya sehingga mereka sudah memiliki beberapa informasi intelijen yang akan digunakan pesawat India. "Jadi, pilot kami sudah berada di udara untuk memberi mereka; 'sambutan'," kata seorang pejabat Pakistan, yang dikutip dari Geo TV, Kamis (15/5/2025).

Pesawat tempur India dilaporkan mencoba beberapa kali melakukan serangan ke wilayah udara Pakistan tetapi gagal menembusnya. Namun, ketika serangan rudal menargetkan fasilitas sipil di Azad Jammu dan Kashmir dan Sheikhupura, Pakistan memulai apa yang digambarkan oleh para pejabat sebagai "Operasi Serangan Balik Udara".

Marsekal Sidhu baru mengizinkan keterlibatan penuh setelah proyektil India terdeteksi di wilayah udara Pakistan. Dalam pertempuran udara berikutnya, lima pesawat India dilaporkan jatuh—tiga jet Rafale, satu MiG-29, dan satu Su-30.

Di dalam pusat komando, konfirmasi pembunuhan ini memicu suasana perayaan, yang menggarisbawahi semangat keagamaan dan nasionalis yang sering menyertai teater militer Asia Selatan yang tidak stabil.

Namun pertempuran udara tidak berakhir di sana. Pada tanggal 9 dan 10 Mei, respons Pakistan beralih ke fase strategis yang lebih luas dengan nama sandi Operasi Bunyan-um-Marsoos—istilah Arab yang berarti "Tembok Baja". Doktrin yang memandu operasi tersebut adalah "de-eskalasi melalui eskalasi", dengan tujuan untuk memberikan pukulan terukur namun menentukan terhadap infrastruktur militer India sambil menghindari jatuhnya korban sipil.

Menurut sumber, kepemimpinan nasional mengizinkan respons pada waktu yang dipilihnya sendiri, dengan menekankan proporsionalitas. Strategi penargetannya tepat: hanya instalasi militer India yang terlibat dalam operasi ofensif yang dipilih, dengan menghindari zona perkotaan atau sipil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Program Rudal Iran Tak...
Program Rudal Iran Tak Dibahas dalam MoU Kesepakatan Damai dengan AS
Rekomendasi
BEM SI Kerakyatan Jakarta...
BEM SI Kerakyatan Jakarta Datangi Gedung DPR, Desak Harga BBM Diturunkan
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 72: Ketegangan Memuncak! Sena Nekat Terjun ke Operasi Penyergapan di Tengah Demam Tinggi!
Berita Terkini
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Infografis
Ayesha Farooq, Pilot...
Ayesha Farooq, Pilot Jet Tempur Perempuan Pakistan yang Jadi Pahlawan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved