Rusia Dinyatakan Bersalah Merudal Jatuh Malaysia Airlines MH17, PM Anwar Ibrahim Sambangi Putin

Kamis, 15 Mei 2025 - 11:22 WIB
loading...
Rusia Dinyatakan Bersalah...
PM Malaysia Anwar Ibrahim sambangi Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin setelah Rusia dinyatakan bersalah atas jatuhnya Malaysia Airlines MH17 yang tewaskan 298 orang. Foto/YouTube/Dutch Safety Board
A A A
KUALA LUMPUR - Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memutuskan bahwa Rusia bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 yang menewaskan 298 orang.

Hari ini (15/5/2025), Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim berkunjung ke Rusia dan mengangkat isu tersebut dengan Presiden Vladimir Putin.

Sekadar diketahui, Malaysia Airlines Penerbangan 17 atau MH17 terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur ketika ditembak jatuh oleh pasukan separatis Ukraina pro-Rusia dengan rudal permukaan-ke-udara Buk 9M38 pada 17 Juli 2014. Pesawat itu ditembak rudal saat terbang di atas Ukraina timur.

Baca Juga: Bagaimana Malaysia Airlines Bangkit dari Tragedi MH370 dan MH17?

Semua orang di dalam pesawat tersebut, yakni 283 penumpang dan 15 awak, tewas. Kontak dengan pesawat Boeing 777-200ER itu hilang ketika berada sekitar 50 kilometer dari perbatasan Ukraina-Rusia, dan puing-puing dari pesawat mendarat di dekat Hrabove di Oblast Donetsk, Ukraina, 40 km dari perbatasan. Penembakan jatuh pesawat itu terjadi selama perang di Donbas, wilayah Ukraina yang kini bergabung dengan Rusia.

PM Anwar Ibrahim dilaporkan telah mengangkat masalah tersebut selama pembicaraan bilateralnya dengan Putin di Kremlin, atas nama keluarga korban MH17.

“Tentu saja, saya, sebagai wakil rakyat Malaysia, khususnya keluarga korban, memanfaatkan kesempatan untuk mengangkat masalah tersebut dengan Presiden Vladimir Putin selama pembicaraan bilateral,” katanya, seperti dikutip WorldofBuzz.

Menurut Anwar, Putin menekankan bahwa dia menuntut penyelidikan menyeluruh dan komprehensif untuk dilakukan dan meminta agar masalah ini tidak dipolitisasi.

Putin, imbuh dia, menyampaikan bahwa Moskow telah meminta agar penyelidikan atas masalah tersebut dilakukan secara independen dan menyeluruh, dan menekankan bahwa Rusia siap bekerja sama untuk memastikan bahwa laporan tersebut lebih kredibel.

"Yang dapat saya konfirmasikan adalah bahwa dia mengatakan tidak benar bahwa dia tidak siap untuk bekerja sama, tetapi dia tidak ingin bekerja sama dengan siapa pun yang dia atau Rusia anggap tidak independen," papar Anwar.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Venezuela Masih Mencekam...
Venezuela Masih Mencekam Diguncang Gempa Susulan, Korban Tewas dan Hilang Terus Bertambah
Rekomendasi
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
IHSG Jeblok Nyaris 1%...
IHSG Jeblok Nyaris 1% ke 5.838 Siang Ini, Ratusan Saham Merana
Berita Terkini
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved