India Tak Gentar dengan Ancaman Senjata Nuklir Pakistan

Selasa, 13 Mei 2025 - 09:51 WIB
loading...
India Tak Gentar dengan...
India menyatakan tak gentar dengan ancaman senjata nuklir Pakistan. Foto/Brookings
A A A
NEW DELHI - India menyatakan tak gentar dengan ancaman senjata nuklir Pakistan.

New Delhi menganggap ancaman seperti itu sebagai "taktik pemerasan" untuk menghalangi operasi militer terhadap kelompok teroris di negara Islam tersebut.

"India tidak akan menoleransi pemerasan nuklir apa pun," kata Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi dalam pidatonya semalam.

"India akan menyerang secara presisi dan tegas tempat persembunyian teroris yang berkembang di bawah kedok pemerasan nuklir," lanjut Modi.

Baca Juga: Inilah 9 Rudal Nuklir Pakistan yang Dapat Lenyapkan India

Dia memperingatkan Pakistan; "India tidak akan membedakan antara pemerintah yang mensponsori terorisme dan dalang serangan teror."

Dalam pidato berdurasi 22 menit, Modi juga menyampaikan ultimatum kepada Pakistan bahwa serangan militer dalam Operasi Sindoor belum berakhir, melainkan hanya ditunda.

Modi mengatakan akhir dari Operasi Sindoor tergantung pada sikap yang akan diambil Pakistan ke depan dalam menindak apa yang dia sebut "kelompok teroris" yang terlibat dalam pembantaian 26 turis Hindu di Pahalgam, wilayah Jammu dan Kashmir yang dikuasai India, pada 22 April lalu.

"Pakistan harus tahu bahwa serangan belum berakhir, serangan hanya ditunda setelah Pakistan berjanji akan mengambil tindakan terhadap teroris dan fasilitas teror," katanya, sebagaimana dikutip dari NDTV, Selasa (13/5/2025).

"Dalam beberapa hari mendatang kami akan mengukur setiap langkah Pakistan berdasarkan kriteria sikap seperti apa yang akan diambil Pakistan ke depannya," ujarnya.

Menurutnya, jika Pakistan menarik kembali sikapnya atau bertindak menyesatkan, "Saya ulangi lagi, bahwa kami hanya menangguhkan tindakan balasan kami."

Modi lebih lanjut mengeklaim bahwa pihak Pakistan-lah yang memohon kepada India untuk gencatan senjata, dengan menelepon para pemimpin dunia agar intervensi.

Modi memberikan gambaran umum tentang bagaimana serangan pesawat nirawak dan rudal India melampaui apa yang dapat dibayangkan Pakistan.

Menurutnya, Pakistan terkejut dan dilanda kepanikan dengan melakukan panggilan telepon panik ke seluruh dunia, meminta intervensi.

Pada akhirnya, kata Modi, dialog tingkat DGMO (direktur jenderal operasi militer) dimulai dan Pakistan meminta gencatan senjata.

"Hanya ketika Pakistan memohon kepada India dan berjanji bahwa mereka tidak akan terlibat dalam segala jenis kegiatan teror atau tindakan militer yang nekat di masa mendatang, India mempertimbangkan gencatan senjata," katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Jokowi Minta Kader PSI...
Jokowi Minta Kader PSI Hidupkan Mesin Partai sampai Tingkat Desa
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Berita Terkini
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Infografis
Perbandingan Jumlah...
Perbandingan Jumlah Muslim antara India, Pakistan, dan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved