Trump Bilang Bodoh Jika Menolak Hadiah Pesawat Mewah Rp6,6 Triliun dari Qatar

Selasa, 13 Mei 2025 - 08:46 WIB
loading...
Trump Bilang Bodoh Jika...
Presiden AS Donald Trump akan menerima hadiah pesawat mewah senilai lebih dari Rp6,6 triliun dari keluarga Kerajaan Qatar. Foto/Adam Moreira/via Wikimedia Commons
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menepis kekhawatiran etis tentang rencananya untuk menerima pesawat mewah sebagai hadiah dari keluarga Kerajaan Qatar.

Menurutnya, akan menjadi orang bodoh jika menolak hadiah pesawat senilai USD400 juta (lebih dari Rp6,6 triliun) tersebut.

Pesawat mewah yang dijuluki "istana terbang" itu akan berfungsi sebagai Air Force One (pesawat kepresidenan AS), dan akan menjadi salah satu hadiah paling berharga yang pernah diterima oleh pemerintah AS dari pihak asing.

Baca Juga: Keluarga Kerajaan Qatar Akan Memberi Trump Pesawat Supermewah Bak Istana Terbang

Berita tentang tawaran hadiah tersebut langsung menuai kritik dari Partai Demokrat, yang memperingatkan bahwa hal itu merupakan konflik kepentingan yang dapat memengaruhi keputusan presiden.

Trump mengatakan bahwa hadiah pesawat Boeing 747-8 itu pada akhirnya akan disumbangkan ke perpustakaan kepresidenannya—sebuah tempat penyimpanan yang menyimpan materi penelitian dari pemerintahannya—dan bahwa dia tidak berencana untuk menggunakannya untuk keperluan pribadi setelah meninggalkan jabatan.

"Saya pikir itu adalah isyarat yang luar biasa dari Qatar. Saya sangat menghargainya. Saya tidak akan pernah menolak tawaran semacam itu," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih sebelum berangkat untuk perjalanan ke Timur Tengah, sebagaimana dikutip Reuters, Selasa (13/5/2025).

"Maksud saya, saya bisa menjadi orang bodoh yang mengatakan, 'Tidak, kami tidak menginginkan pesawat terbang gratis yang sangat mahal'," kata Trump.

Presiden dari Partai Republik itu mengaitkan tawaran itu dengan rasa terima kasih atas bantuan AS dalam membela negara-negara di kawasan itu, termasuk Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab—semua tempat yang menjadi bagian dari rencana kunjungannya minggu ini.

Trump juga mengatakan bahwa menerima tawaran itu adalah keputusan yang praktis, dan bahwa dia kecewa karena Boeing membutuhkan waktu yang lama untuk mengirimkan pesawat Air Force One baru yang dipesannya selama masa jabatan pertamanya sebagai presiden.

Para pengkritik mengatakan bahwa tawaran itu tidak etis dan mungkin tidak konstitusional.

Para Senator Partai Demokrat; Brian Schatz, Chris Murphy, Cory Booker, dan Chris Coons mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penerimaan Trump atas hadiah semacam itu akan menciptakan konflik kepentingan yang jelas, menimbulkan pertanyaan keamanan nasional yang serius, dan mengundang pengaruh asing.

Anggota Parlemen AS Joe Courtney dari Connecticut mengatakan bahwa tawaran itu akan mengalihkan perhatian dari upaya Angkatan Udara untuk mempercepat pengiriman armada Air Force One baru yang sebenarnya.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan rincian hukum seputar sumbangan ke Departemen Pertahanan masih digodok dan pemerintahan Trump tidak khawatir tentang apa yang mungkin diminta Qatar sebagai balasannya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Ukraina Minta ke Rusia...
Ukraina Minta ke Rusia Perang Dibatasi di 4 Wilayah Saja, Terpojok?
Rekomendasi
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
5 Fakta Menarik Norwegia...
5 Fakta Menarik Norwegia Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 usai Singkirkan Pantai Gading
Berita Terkini
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Infografis
Smartphone dan Komputer...
Smartphone dan Komputer akan Bebas dari Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved