Satpam Ini Tewas saat Berhubungan Intim di Pabrik, Keluarganya Diberi Kompensasi karena Dianggap Kecelakaan Kerja

Senin, 12 Mei 2025 - 14:22 WIB
loading...
Satpam Ini Tewas saat...
Seorang satpam di China meninggal saat berhubungan intim pada jam kerja di pabrik. Keluarganya diberi kompensasi karena itu dianggap kecelakaan kerja. Foto/Ilustrasi SINDO News
A A A
BEIJING - Seorang pria berusia 60-an tahun yang bekerja sebagai satu-satunya petugas keamanan (satpam) di sebuah pabrik kecil di China meninggal dunia saat berhubungan seks dengan kekasihnya selama jam kerja.

Menurut laporan South China Morning Post (SCMP), Senin (12/5/2025), kematiannya kemudian diklasifikasikan sebagai "kecelakaan kerja" yang memberikan hak kepada keluarganya untuk mendapatkan kompensasi.

Korban, yang hanya diidentifikasi dengan nama pendek Zhang, bersama kekasihnya di ruang satpam pabrik, tempat dia biasanya beristirahat. Ketika keduanya berhubungan seks, Zhang tiba-tiba meninggal.

Baca Juga: Hendak Buka Rekening, Remaja Ini Kaget Telah Di-Blacklist Seluruh Bank Malaysia sejak Usia 9 Tahun

Polisi kemudian mengonfirmasi bahwa itu adalah kematian yang tiba-tiba dan wajar tanpa ada unsur pidana.

Sekitar setahun kemudian, putra Zhang mengajukan kompensasi dari Biro Jaminan Sosial Kota. Namun, pihak berwenang menolak permintaannya, dengan mengatakan bahwa kematian ayahnya tidak dihitung sebagai kecelakaan kerja karena tidak terjadi saat dia benar-benar bekerja.

Pada tahun 2016, putra Zhang memutuskan untuk membawa pabrik dan otoritas jaminan sosial ke pengadilan.

Penggugat berpendapat bahwa kematian ayahnya harus dinyatakan sebagai kecelakaan kerja karena ayahnya terus bertugas 24 jam sehari tanpa hari libur.

Karena korban tidak dapat meninggalkan pekerjaannya, dia tidak punya pilihan selain menemui pacarnya di ruang satpam pabrik. Menurut penggugat, istirahat adalah hak dasar pekerja.

Seorang pengacara dari Chongqing juga berpendapat bahwa karena Zhang harus bekerja 24 jam sehari tanpa waktu libur, berkencan dengan pacarnya menjadi kebutuhan fisiologis yang wajar.

“Karena dia bersama pacarnya dan tidak menyewa pelacur, tindakannya tidak melanggar norma sosial,” kata pengacara tersebut, yang tidak disebutkan namanya.

Menurut Peraturan Asuransi Cedera Industri negara tersebut, jika seorang karyawan meninggal tiba-tiba di tempat kerjanya selama jam kerja, hal itu harus diklasifikasikan sebagai kecelakaan kerja.

Pengadilan setuju, dan memutuskan bahwa kematian Zhang terjadi selama jam kerja dan di tempat kerjanya. Baik pabrik maupun otoritas jaminan sosial mengajukan banding, tetapi pengadilan yang lebih tinggi menegakkan putusan awal.

Kemudian, otoritas jaminan sosial mengeluarkan dokumen yang mengonfirmasi bahwa kematian Zhang diklasifikasikan sebagai kecelakaan kerja, meskipun tidak menyebutkan jumlah kompensasi yang akan diterima keluarganya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
5 Calon Manajer KDMP...
5 Calon Manajer KDMP Meninggal, DPR: Hentikan Sementara Latsarmil
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Ukraina Minta ke Rusia...
Ukraina Minta ke Rusia Perang Dibatasi di 4 Wilayah Saja, Terpojok?
Rekomendasi
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Berita Terkini
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved