Keluarga Kerajaan Qatar Akan Memberi Trump Pesawat Supermewah Bak Istana Terbang

Senin, 12 Mei 2025 - 08:59 WIB
loading...
Keluarga Kerajaan Qatar...
Keluarga Kerajaan Qatar akan memberikan hadiah pesawat supermewah kepada Presiden AS Donald Trump. Foto/Mehmet Mustafa Çelik/airliners.net
A A A
WASHINGTON - Keluarga Kerajaan Qatar dilaporkan akan memberikan hadiah pesawat Boeing 747-8 supermewah kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Beberapa media Amerika melaporkan pada hari Minggu bahwa pesawat itu diperkirakan akan diubah menjadi Air Force One (pesawat kepresidenan AS) yang baru, yang dijuluki sebagai "istana terbang".

Hadiah itu diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut kepada ABC News, yang dilansir Senin (12/5/2025).

Baca Juga: Trump Akan Sebut Teluk Persia sebagai Teluk Arab, Iran Marah

Mengingat bahwa Boeing 747-8 komersial baru berharga sekitar USD400 juta, pesawat untuk Trump itu kemungkinan akan menjadi hadiah paling berharga yang pernah diberikan kepada AS oleh pemerintah asing.

Trump telah mengunjungi pesawat mewah dengan model yang sama, yang kabarnya dulunya dimiliki oleh keluarga Kerajaan Qatar, pada bulan Februari, saat pesawat itu diparkir di Bandara Internasional Palm Beach di Florida.

Menurut laporan ABC News, hadiah yang direncanakan itu telah dinilai oleh pengacara dari kantor penasihat Gedung Putih dan Departemen Kehakiman, yang menganggapnya sah dan tidak melanggar undang-undang penyuapan atau larangan Konstitusi terhadap pejabat pemerintah AS yang menerima hadiah "dari Raja, Pangeran, atau Negara asing mana pun."

Jaksa Agung Pam Bondi dan pengacara utama Trump di Gedung Putih, David Warrington, menyimpulkan bahwa menerima pesawat itu akan dapat diterima dengan syarat pesawat itu akhirnya disumbangkan ke perpustakaan kepresidenan Trump sebelum akhir masa jabatannya, kata sumber pemerintah AS kepada ABC News.

Pesawat tersebut diperkirakan akan menjalani proses panjang untuk diperiksa apakah ada perangkat mata-mata dan dimodifikasi menjadi Air Force One yang layak dan kemungkinan baru akan diresmikan sesaat sebelum masa jabatan presiden Trump berakhir.

Kontraktor pertahanan yang berkantor pusat di Texas, L3Harris, telah ditunjuk untuk merenovasi pesawat tersebut, menurut laporan Wall Street Journal.

Gedung Putih saat ini memiliki dua jet jumbo Boeing 747-200 tua yang diresmikan pada awal 1990-an. Pesawat-pesawat tersebut dilaporkan telah diganggu oleh berbagai masalah teknis, dan Gedung Putih telah berupaya untuk menggantinya selama beberapa waktu.

Namun, kontrak dengan Boeing untuk mengirimkan dua pesawat Air Force One baru telah mengalami penundaan berulang kali dan menderita biaya yang membengkak.

Pesawat yang dibuat berdasarkan model 747-8 awalnya dijadwalkan untuk dikirim pada tahun 2024, tetapi tenggat waktu akhirnya diundur hingga tahun 2027 atau bahkan 2028.

Trump menyesalkan situasi dengan Air Force One tak lama setelah turnya ke pesawat 747-8, mengkritik raksasa pembuat pesawat itu atas penundaan tersebut.

"Tidak, saya tidak senang dengan Boeing. Mereka butuh waktu lama untuk melakukannya, Anda tahu, Air Force One, kami sudah memberikan kontrak itu sejak lama," kata Trump saat itu, yang menyatakan bahwa dia mungkin pada akhirnya "membeli pesawat atau mendapatkan pesawat, atau semacamnya" untuk mengisi kekosongan tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Iran Desak Militer Negara...
Iran Desak Militer Negara Barat Angkat Kaki dari Timur Tengah: Biang Masalah!
Rekomendasi
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Polri Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
Smartphone dan Komputer...
Smartphone dan Komputer akan Bebas dari Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved