Putin Usul Rusia-Ukraina Berunding Langsung Tanpa Prasyarat di Istanbul 15 Mei
Minggu, 11 Mei 2025 - 12:14 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan bahwa selama gencatan senjata Mei, Ukraina telah menyerang Rusia dengan 524 pesawat nirawak udara, 45 drone laut, sejumlah rudal Barat, dan bahwa Moskow telah menangkis lima serangan di wilayah Rusia.
Sebaliknya, Ukraina menuduh Rusia berulang kali melanggar gencatan senjata yang diumumkanya sendiri.
Sebelumnya pada hari Sabtu, untuk pertama kalinya, para pemimpin Prancis, Jerman, Polandia, dan Inggris melakukan perjalanan bersama ke Ukraina dalam sebuah kunjungan yang menurut Zelensky mengirimkan "sinyal yang sangat penting".
Kelima pemimpin tersebut, setelah pertemuan mereka di Kyiv, mengeluarkan pernyataan yang menyerukan gencatan senjata "yang berlangsung setidaknya 30 hari" sejak Senin, untuk memberi ruang bagi dorongan diplomatik guna mengakhiri perang.
“Gencatan senjata tanpa syarat menurut definisinya tidak dapat tunduk pada syarat apa pun. Jika Rusia menyerukan syarat seperti itu, ini hanya dapat dianggap sebagai upaya untuk memperpanjang perang dan melemahkan diplomasi,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan AS akan memimpin pemantauan gencatan senjata yang diusulkan, dengan dukungan dari negara-negara Eropa, dan mengancam sanksi besar-besaran yang disiapkan dan dikoordinasikan antara Eropa dan Amerika jika Rusia melanggar gencatan senjata.
Sementara itu, pensiunan Letnan Jenderal Keith Kellogg, utusan khusus Trump untuk Ukraina, mengatakan Sabtu bahwa gencatan senjata “komprehensif” selama 30 hari, yang mencakup serangan dari udara, darat, laut, dan infrastruktur, akan memulai proses untuk mengakhiri perang terbesar dan terpanjang di Eropa sejak Perang Dunia II.
Trump, yang mengatakan ingin dikenang sebagai pembawa damai, telah berulang kali mengatakan ingin mengakhiri “pertumpahan darah” perang Ukraina, yang oleh pemerintahannya dianggap sebagai perang proksi antara AS dan Rusia.
Mantan Presiden AS Joe Biden, para pemimpin Eropa Barat, dan Ukraina menganggap invasi Rusia ke Ukraina sebagai perampasan tanah ala kekaisaran dan berulang kali berjanji untuk mengalahkan pasukan Moskow.
Putin menganggap perang itu sebagai momen penting dalam hubungan Moskow dengan Barat, yang menurutnya mempermalukan Rusia setelah Uni Soviet runtuh pada tahun 1991 dengan memperluas NATO dan melanggar apa yang dianggapnya sebagai lingkup pengaruh Moskow, termasuk Ukraina.
Sebaliknya, Ukraina menuduh Rusia berulang kali melanggar gencatan senjata yang diumumkanya sendiri.
Sebelumnya pada hari Sabtu, untuk pertama kalinya, para pemimpin Prancis, Jerman, Polandia, dan Inggris melakukan perjalanan bersama ke Ukraina dalam sebuah kunjungan yang menurut Zelensky mengirimkan "sinyal yang sangat penting".
Kelima pemimpin tersebut, setelah pertemuan mereka di Kyiv, mengeluarkan pernyataan yang menyerukan gencatan senjata "yang berlangsung setidaknya 30 hari" sejak Senin, untuk memberi ruang bagi dorongan diplomatik guna mengakhiri perang.
“Gencatan senjata tanpa syarat menurut definisinya tidak dapat tunduk pada syarat apa pun. Jika Rusia menyerukan syarat seperti itu, ini hanya dapat dianggap sebagai upaya untuk memperpanjang perang dan melemahkan diplomasi,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan AS akan memimpin pemantauan gencatan senjata yang diusulkan, dengan dukungan dari negara-negara Eropa, dan mengancam sanksi besar-besaran yang disiapkan dan dikoordinasikan antara Eropa dan Amerika jika Rusia melanggar gencatan senjata.
Sementara itu, pensiunan Letnan Jenderal Keith Kellogg, utusan khusus Trump untuk Ukraina, mengatakan Sabtu bahwa gencatan senjata “komprehensif” selama 30 hari, yang mencakup serangan dari udara, darat, laut, dan infrastruktur, akan memulai proses untuk mengakhiri perang terbesar dan terpanjang di Eropa sejak Perang Dunia II.
Trump, yang mengatakan ingin dikenang sebagai pembawa damai, telah berulang kali mengatakan ingin mengakhiri “pertumpahan darah” perang Ukraina, yang oleh pemerintahannya dianggap sebagai perang proksi antara AS dan Rusia.
Mantan Presiden AS Joe Biden, para pemimpin Eropa Barat, dan Ukraina menganggap invasi Rusia ke Ukraina sebagai perampasan tanah ala kekaisaran dan berulang kali berjanji untuk mengalahkan pasukan Moskow.
Putin menganggap perang itu sebagai momen penting dalam hubungan Moskow dengan Barat, yang menurutnya mempermalukan Rusia setelah Uni Soviet runtuh pada tahun 1991 dengan memperluas NATO dan melanggar apa yang dianggapnya sebagai lingkup pengaruh Moskow, termasuk Ukraina.
(mas)
Lihat Juga :