Putin Usul Rusia-Ukraina Berunding Langsung Tanpa Prasyarat di Istanbul 15 Mei

Minggu, 11 Mei 2025 - 12:14 WIB
loading...
A A A
Putin mengatakan Rusia mengusulkan untuk memulai kembali pembicaraan dalam upaya untuk "menghilangkan akar penyebab konflik" dan "untuk mencapai pemulihan perdamaian jangka panjang dan langgeng" daripada sekadar jeda untuk memasok persenjataan kembali.

"Kami tidak mengesampingkan bahwa selama pembicaraan ini kami akan dapat menyetujui beberapa gencatan senjata baru," imbuh Putin.

Putin, yang pasukannya telah membuat banyak kemajuan selama setahun terakhir, telah menghadapi tekanan publik dan pribadi yang meningkat dari Trump serta peringatan dari kekuatan Eropa untuk mengakhiri perang.

Tetapi dia telah menawarkan sedikit konsesi dan telah teguh pada persyaratannya untuk mengakhiri perang.

Pada bulan Juni 2024, Putin mengatakan Ukraina harus secara resmi menghentikan ambisinya menjadi anggota NATO dan menarik pasukannya dari seluruh wilayah empat wilayah Ukraina yang direbut Rusia.

Pejabat Rusia juga mengusulkan agar AS mengakui kendali Rusia atas sekitar seperlima wilayah Ukraina dan menuntut agar Ukraina tetap netral, meskipun Moskow mengatakan tidak menentang ambisi Kyiv untuk bergabung dengan Uni Eropa.

Putin secara khusus menyebutkan rancangan kesepakatan 2022 dari perundingan di Istanbul.

Berdasarkan rancangan tersebut, Ukraina harus menyetujui netralitas permanen dengan imbalan jaminan keamanan internasional dari lima anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: China, Prancis, Rusia, Inggris, dan AS.

“Bukan Rusia yang melanggar negosiasi pada tahun 2022. Itu adalah Kyiv,” kata Putin.

“Rusia siap bernegosiasi tanpa prasyarat apa pun," paparnya.

Dia berterima kasih kepada China, Brasil, negara-negara Afrika dan Timur Tengah, serta AS atas upaya mereka untuk menengahi.

Rusia, imbuh Putin, telah mengusulkan beberapa gencatan senjata, termasuk moratorium serangan fasilitas energi, gencatan senjata Paskah, dan yang terbaru, gencatan senjata 72 jam selama perayaan yang menandai 80 tahun kemenangan dalam Perang Dunia II, tetapi menuduh Ukraina berulang kali melanggar gencatan senjata.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Survei: Semakin Banyak...
Survei: Semakin Banyak Warga Israel Tak Suka kepada Netanyahu gegara Perang Iran
Rekomendasi
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved