alexametrics

Daftar Negara yang Klaim Bebas Virus Corona

loading...
Daftar Negara yang Klaim Bebas Virus Corona
Seorang ilmuwan di perusahaan obat RNA, Arcturus Therapeutics, meneliti vaksin untuk COVID-19 di sebuah laboratorium di San Diego, California, Amerika Serikat, 17 Maret 2020. Foto/REUTERS / Bing Guan
A+ A-
JAKARTA - Virus corona baru, COVID-19, telah menyebar ke hampir setiap negara di planet ini. Namun, ada beberapa negara yang mengklaim nol kasus atau bebas dari virus tersebut.

Data dari situs pelaporan online worldometers.info pada Senin (23/3/2020) menunjukkan COVID-19 sudah menyebar ke 192 negara dengan jumlah kasus atau orang yang terinfeksi sebanyak 341.560 jiwa. Dari angka itu, 14.748 orang meninggal dan 99.040 pasien disembuhkan. Ratusan ribu orang lainnya masih dalam perawatan.

China, negara di mana virus itu pertama kali muncul akhir 2019 lalu, melaporkan 81.093 kasus, 3.270 meninggal dan 72.703 pasien disembuhkan. Negara terparah kedua adalah Italia yang melaporkan 59.138 kasus, 5.476 orang meninggal dan 7.024 pasien disembuhkan. Negara terparah ketiga adalah Amerika Serikat (AS) yang melaporkan 35.070 kasus, 458 orang meninggal dan 178 pasien disembuhkan.



Ironisnya, AS yang jadi negara dengan tingkat kasus COVID-19 terparah ketiga di dunia masih sesumbar menawarkan bantuan kepada Iran dan Korea Utara untuk memerangi virus. Teheran pernah menyindir balik dengan menawarkan bantuan kepada Washington.

Ketika COVID-19 sudah menyebar ke 192 negara, ada beberapa negara yang mengklaim atau belum melaporkan memiliki kasus. Berikut daftar negara yang mengklaim bebas virus corona baru sebagaimana dikutip news.com.au, Senin (23/3/2020);

1. Korea Utara

Negara yang dipimpin Kim Jong-un ini mengatakan tidak ada kasus penularan COVID-19 di sana. Namun, klaim itu diragukan banyak pihak, karena memiliki hubungan budaya dan perjalanannya yang dekat dengan China. Bahkan, negara tetangga tetangganya, Korea Selatan, memiliki 8.961 kasus dengan 111 orang meninggal dan 3.166 pasien disembuhkan.

Para pengamat krisis Korea Utara mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka telah mendengar dari orang-orang di dalam negara "pemerah pipi" dunia itu secara diam-diam memerangi wabah.

"Saya sudah berbicara langsung dengan orang-orang di Korea Utara dan telah mendengar bahwa Korea Utara menyatakan keadaan darurat," kata Seo Jae-pyoung, seorang aktivis dan pembelot asal Korea Utara.

"Saya mendengar bahwa kasus pertama di Korea Utara dikonfirmasi pada 27 Januari, dan bahwa Tentara Rakyat Korea mengunci jalan dan kereta api di kota-kota provinsi, dan bahwa orang-orang bahkan tidak dapat berjalan di jalan-jalan," ujarnya.

Dalam contoh lebih lanjut dari masa-masa luar biasa ini, Presiden AS Donald Trump membenarkan bahwa ia telah menulis surat kepada Kim Jong-un dan menawarkan bantuan apa pun untuk pekerjaan melawan pandemi COVID-19.

2. Laos

Negara ini mengklaim belum memiliki kasus COVID-19. Klaim ini juga janggal, karena negara tersebut berbatasan dengan China, Myanmar, Thailand, Kamboja dan Vietnam, di mana negara-negara tersebut memiliki kasus. Selain itu, media di Laos dikontrol ketat oleh pemerintah.

3. Myanmar

Negara yang juga berbatasan dengan China ini ikut mengklaim bebas dari virus corona baru. Namun, laporan Straits Times mengatakan setidaknya empat pasien dengan gejala yang mirip virus corona telah meninggal di karantina.

4. Yaman

Negara yang sudah porak poranda akibat perang dan kelaparan ini belum melaporkan adanya kasus COVID-19. Namun, mau tidak mau, negara ini harus bersiap-siap untuk menghadapi wabah yang setiap saat mencapai perbatasannya.

5. Libya

Libya belum melaporkan adanya kasus COVID-19 di sana. Namun, fakta bahwa ketika virus menyebar ke berbagai negara Afrika, panic buying telah dimulai di Libya yang dilanda perang dan jam malam telah diperkenalkan oleh pemerintahnya yang didukung PBB. Virus corona baru sejauh ini telah menyerang enam negara yang berbatasan dengan Libya.
(mas)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak