Pakistan Tembak Jatuh 25 Drone Kamikaze Israel yang Dioperasikan India

Jum'at, 09 Mei 2025 - 13:41 WIB
loading...
Pakistan Tembak Jatuh...
Pakistan tembak jatuh 25 drone kamikaze Harop Israel yang dioperasikan India dalam pertempuran hari Kamis. Foto/IAI
A A A
ISLAMABAD - Militer Pakistan mengatakan telah menembak jatuh sedikitnya 25 pesawat nirawak (drone) kamikaze buatan Israel yang dioperasikan India dalam pertempuran hari Kamis.

India telah menerbangkan puluhan drone Harop untuk menargetkan Pakistan, dengan satu di antaranya menghantam target militer di dekat kota Lahore di bagian timur, melukai tentara dan menyebabkan kerusakan di situs tersebut.

Menurut militer Pakistan, 25 drone India ditembak jatuh ketika menyerang sejumlah target seluruh negeri.

"Puing-puing pesawat nirawak Harop buatan Israel ditemukan dari berbagai daerah di Pakistan," kata militer Pakistan dalam sebuah pernyataan, yang dikutip The New Arab, Jumat (9/5/2025).

Baca Juga: Pertama Kali, India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel dalam Perang Melawan Pakistan

Surat kabar Pakistan, Dawn, melaporkan bahwa pesawat nirawak Harop adalah sistem amunisi yang dapat terbang rendah, yang dikembangkan oleh Divisi Rudal MBT Industri Dirgantara Israel (IAI).

Ditambahkannya, pesawat nirawak tersebut dirancang untuk terbang rendah di atas medan perang, dan menyerang berdasarkan perintah operator.

Pesawat nirawak tersebut juga dikenal karena kemampuannya untuk memburu target penting dan pertahanan udara, serta dapat dioperasikan secara manual atau otonom.

Berbagai laporan telah mempertanyakan legalitas penggunaan pesawat nirawak Harop, terutama karena pesawat tersebut dapat memilih dan menyerang target tanpa campur tangan manusia secara langsung.

Amunisi yang dapat terbang rendah dalam beberapa tahun terakhir juga telah menimbulkan kekhawatiran dan diskusi tentang sistem senjata otonom yang mematikan dan kepatuhannya terhadap hukum humaniter internasional.

Menurut laporan Dawn, selama dekade terakhir, India telah mengimpor perangkat keras militer senilai USD2,9 miliar dari Israel—termasuk pesawat nirawak pengintai, pesawat nirawak tempur, dan rudal.

Direktur Inter-Services Public Relations (ISPR) Militer Pakistan Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry mengecam upaya serangan dari India sebagai provokasi serius. Dia kemudian menerbitkan gambar pesawat nirawak yang ditembak jatuh.

"Pesawat tanpa awak India terus dikirim ke wilayah udara Pakistan, [India] akan terus membayar mahal untuk agresi terang-terangan ini," ujarnya.

Militer India belum mengomentari serangan pesawat nirawak kamikaze tersebut, namun insiden itu terjadi setelah serangan rudal India menewaskan lebih dari 30 warga sipil di Pakistan sehari sebelumnya, termasuk wanita dan anak-anak.

Ketegangan antara India dan Pakistan telah memuncak dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah serangan teror kelompok brsenjata menewaskan 26 turis Hindu Pahalgam di Kashmir yang dikuasai India bulan lalu.

India mengatakan bahwa serangan mematikannya terhadap Pakistan adalah sebagai respons atas serangan teror tersebut.

India menuduh Pakistan mendukung kelompok bersenjata dalam serangan di Pahalgam, namun Islamabad telah berulang kali membantahnya.

Pakistan pada hari Kamis memperingatkan akan membalaskan mereka yang terbunuh oleh serangan udara India, menandakan eskalasi yang akan segera terjadi dalam kekerasan terburuk dalam beberapa dekade antara kedua negara tetangga yang memiliki senjata nuklir tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Balas Dendam, Iran Hujani...
Balas Dendam, Iran Hujani Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain dengan Rudal dan Drone
Rekomendasi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Ruben Onsu Desak KPAI...
Ruben Onsu Desak KPAI Prioritaskan Dugaan Eksploitasi Anak, Bukan Isu Nafkah
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
Berita Terkini
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved