AS Akan Bikin Bom Nuklir Baru Bernama B61-13, Kekuatannya 24 Kali Lipat Bom Hiroshima

Jum'at, 09 Mei 2025 - 08:47 WIB
loading...
AS Akan Bikin Bom Nuklir...
Bom nuklir B61-12. AS akan memproduksi varian terbaru B61-13 yang kekuatannya 24 kali lipat dari bom yang dijatuhkan di Hiroshima. Foto/Airman 1st Class Devan Halstead/US Air Force
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) berencana untuk meluncurkan produksi pertama varian bom gravitasi termonuklir terbarunya bernama B61-13 bulan depan.

Rencana itu disampaikan Badan Keamanan Nuklir Nasional (NNSA) Amerika.

B61-13 akan menjadi bom baru modifikasi dari hulu ledak B61, senjata nuklir yang mulai diproduksi secara penuh pada tahun 1968.

Bom nuklir baru itu akan menggunakan fitur elektronik dan kontrol yang lebih baru seperti perangkat ekor, yang secara efektif mengubahnya menjadi amunisi berpemandu.

Baca Juga: Satelit Rahasia Rusia yang Diduga Terhubung Senjata Nukir Berputar di Luar Kendali

Menurut laporan Fox News, Jumat (9/5/2025), hasil maksimum hulu ledak tersebut sekitar 360 kiloton, 24 kali lipat dari bom yang dijatuhkan AS di Hiroshima, Jepang, yang mengakhiri Perang Dunia II.

“NNSA mengantisipasi tercapainya unit produksi pertama untuk B61 Mod 13 akhir bulan ini, hampir setahun lebih cepat dari jadwal,” kata kepala pelaksana NNSA Teresa Robbins kepada Kongres pada Rabu waktu Washington.

Dia mengatakan produksi skala penuh senjata nuklir baru itu diharapkan berlangsung pada akhir tahun keuangan 2025.

"Bom tersebut memperkuat pencegahan dan kepastian dengan memberi Presiden opsi tambahan terhadap target militer tertentu yang lebih keras dan lebih luas,” imbuh dia.

Pada bulan Januari, Washington mulai menyebarkan varian bom nuklir sebelumnya–B61-12–di pangkalan-pangkalan AS di Eropa.

Awal tahun ini, Presiden AS Donald Trump menyebut senjata nuklir sebagai ancaman eksistensial terbesar bagi umat manusia. Pada bulan Maret, dia menyerukan negara-negara kekuatan nuklir untuk meninggalkan senjata nuklir mereka.

"Akan sangat bagus jika kita semua bisa denuklirisasi, karena kekuatan senjata nuklir itu gila," katanya kepada wartawan.
"Saya sangat ingin memulai pembicaraan itu," ujarnya.

Selama masa jabatan presiden pertamanya, Trump secara sepihak menarik AS dari Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF) 1987 yang bersejarah, dengan alasan ketidakpatuhan Rusia. Moskow telah mengutuk langkah AS tersebut dan membantah tidak mematuhi perjanjian.

Pada tahun 2024, setelah pendahulu Trump, Joe Biden, mengizinkan Ukraina menggunakan rudal AS dalam serangan lintas batas jarak jauh ke Rusia, Moskow merevisi doktrin nuklirnya, dan menurunkan ambang batas yang dapat diterima untuk penggunaan senjata nuklir.

Di bawah doktrin baru tersebut, setiap serangan terhadap Rusia oleh negara yang tidak bersenjata nuklir yang didukung oleh negara yang memiliki senjata nuklir akan diperlakukan sebagai serangan langsung oleh keduanya, yang memungkinkan Moskow untuk membalas dengan senjata nuklir.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Prancis Konfirmasi Kasus...
Prancis Konfirmasi Kasus Ebola Pertama, Pasien Seorang Dokter!
Rekomendasi
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
KPK Belum Menahan Eks...
KPK Belum Menahan Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono usai Pemeriksaan, Ini Alasannya
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Berita Terkini
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Infografis
13 Perwira Jabat Kapolsek...
13 Perwira Jabat Kapolsek Baru di Jabodetabek
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved