Negara NATO Ini Gagal Penuhi Janji Pasok Jet Tempur F-16 ke Ukraina

Kamis, 08 Mei 2025 - 14:34 WIB
loading...
Negara NATO Ini Gagal...
Belgia gagal penuhi janjinya untuk segera mengirim jet tempur F-16 ke Ukraina guna melawan invasi Rusia. Foto/via Militarnyi
A A A
BRUSSELS - Belgia, salah satu anggota NATO, gagal memenuhi janjinya untuk segera mengirim jet tempur F-16 ke Ukraina untuk melawan invasi Rusia.

Menteri Pertahanan Belgia Theo Francken mengatakan Brussels harus terlebih dahulu menerima pengiriman jet tempur siluman F-35 dari Amerika Serikat.

Belgia–bersama dengan sesama anggota NATO; Denmark, Belanda, dan Norwegia–berjanji pada tahun 2023 untuk mempersenjatai Kyiv dengan sekitar 80 unit F-16 setelah menerima izin untuk melakukannya dari pemerintahan Presiden AS saat itu Joe Biden.

Baca Juga: Jadi Korban Keganasan S-400 Rusia, Pilot Jet Tempur F-16 Ukraina Pavlo Ivanov Dapat Gelar Pahlawan

Tahun lalu, Ukraina menerima sekitar 20 pesawat dari Denmark dan Belanda.

Berbicara di sebuah acara yang diselenggarakan oleh lembaga think tank Atlantic Council di Washington, Francken mengeklaim Belgia adalah pendukung terbesar Kyiv di wilayah udara, meskipun faktanya Brussels belum menyediakan pesawat apa pun untuk Ukraina.

"Brussels akan mengirimkan 30 F-16 yang berfungsi [ke Ukraina] dalam beberapa tahun mendatang, sesegera mungkin," klaim Francken, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (8/5/2025).

Francken menjelaskan penundaan tersebut dengan mengatakan: "Ketika kami memiliki F-35 [dari AS], kami akan memberikan F-16 karena kami memiliki kapasitas DCA (Dollar Cost Averaging) di Belgia."

Dia menegaskan bahwa Belgia "sangat condong ke depan" terhadap Kyiv. "Dan akan mendukung [Presiden Volodymyr] Zelensky dan setiap warga Ukraina karena hal itu sangat penting," katanya.

Bulan lalu, Perdana Menteri Belgia Bart De Wever mengatakan negaranya akan mengirim dua F-16 yang tidak beroperasi ke Ukraina untuk digunakan sebagai suku cadang pada akhir tahun 2025.

De Wever juga mengumumkan bahwa Brussels akan memberikan dukungan militer sebesar €1 miliar kepada Kyiev setiap tahunnya.

Menurut Francken, paket tersebut akan disahkan pemerintah dalam beberapa minggu.

Minggu lalu, AS menyetujui kesepakatan senilai USD310,5 juta untuk mempertahankan F-16 yang dioperasikan Ukraina, yang mencakup pelatihan, suku cadang, modifikasi pesawat, bantuan logistik, dan dukungan perangkat lunak untuk pesawat generasi keempat tersebut.

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan pada April lalu bahwa pertahanan udara Moskow telah menembak jatuh sebuah F-16, menjadikannya kehilangan kedua jet rancangan AS yang dioperasikan oleh Ukraina.

Pihak berwenang Ukraina awalnya mengeklaim bahwa F-16 akan menjadi pengubah permainan dalam konflik dengan Rusia. Akan tetapi, penggunaannya dalam pertempuran masih terbatas, karena pesawat sebagian besar dikerahkan menjauh dari garis kontak untuk tujuan pertahanan udara.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Dituduh Spionase Iran,...
Dituduh Spionase Iran, 3 Orang Dijatuhi Hukuman Penjara Seumur Hidup di Bahrain
Iran Tolak Negosiasi...
Iran Tolak Negosiasi dengan AS saat Ini, Fokus Perang
Rekomendasi
Prabowo: Pemimpin Indonesia...
Prabowo: Pemimpin Indonesia Bukan Pemimpin yang Bodoh, Naif, ataupun Penakut
Antisipasi Risiko Sosial...
Antisipasi Risiko Sosial Tambang, Perusahaan Didorong Terapkan Standar Keberlanjutan Global
Hendardi Beberkan 3...
Hendardi Beberkan 3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah oleh Kejagung: Keberanian KPK Sedang Diuji
Berita Terkini
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved