Perang Nuklir India-Pakistan Dapat Binasakan 125 Juta Orang dan Picu Kelaparan Global

Kamis, 08 Mei 2025 - 12:22 WIB
loading...
Perang Nuklir India-Pakistan...
Para pakar memperingatkan bahaya jika perang nuklir India-Pakistan pecah. Selain bisa tewaskan 125 juta orang, perang nuklir juga bisa picu kelaparan global. Foto/Brookings
A A A
NEW DELHI - Para pakar memperingatkan bahwa perang nuklir antara India dan Pakistan, jika benar-benar terjadi, dapat membinasakan sekitar 125 orang. Risiko lainnya adalah memicu kelaparan global.

Dampak mengerikan itu telah diperingatkan para pakar ketika dua negara bersenjata nuklir itu terlibat pertempuran lintas batas sejak Selasa malam dan dikhawatirkan berubah menjadi perang habis-habisan.

Para pakar dalam jurnal akademis yang diterbitkan di Bulletin of the Atomic Scientists mengatakan ratusan juta orang akan binasa segera jika perseteruan kedua negara mengakibatkan penggunaan senjata nuklir.

Baca Juga: Sirene Meraung-raung di Seluruh India setelah Pakistan Ancam Balas Dendam

Menurut mereka, penggunaan senjata nuklir berarti gumpalan besar debu akan dilepaskan ke atmosfer Bumi sehingga dapat memicu kelaparan yang akan memengaruhi miliaran orang di seluruh dunia.

Pada Selasa malam hingga Rabu dini hari, India meluncurkan sekitar 24 rudal presisi ke Pakistan dan wilayah Kashmir yang dikendalikan Pakistan.

Menurut Islamabad, serangan India itu menewaskan 31 orang.

Pakistan menggambarkan serangan tersebut sebagai "tindakan perang", dan mengeklaim telah menembak jatuh lima jet tempur India sebagai balasan.

Ketegangan itu awalnya dipicu oleh serangan teror kelompok bersenjata yang menewaskan 26 turis Hindu di wilayah Kashmir yang dikuasai India pada 22 April lalu, Menurut India, pelaku serangan teror tersebut berbasis di Pakistan.

Pakistan dan India diperkirakan memiliki kurang dari 400 senjata nuklir di antara mereka—dan para ilmuwan mengatakan dampak dari penggunaannya akan jauh melampaui Asia Selatan.

Pada tahun 2019, para peneliti dari Departemen Ilmu Lingkungan di Universitas Rutgers Amerika Serikat menganalisis dampak mengerikan jika kedua negara itu terlibat perang nuklir.

Menurut mereka, sekitar 125 juta orang akan binasa dalam ledakan nuklir awal. Kemudian kebakaran besar dari ledakan tersebut dapat melepaskan sekitar 16 juta hingga 36 juta ton jelaga ke atmosfer bagian atas, yang akan menyebar ke seluruh dunia hanya dalam beberapa minggu.

Jelaga tebal tersebut akan mengurangi jumlah sinar matahari yang mencapai permukaan Bumi sekitar 20% hingga 35%, menyebabkan Bumi mendingin hingga dua hingga lima derajat.

Kurangnya sinar matahari dan berkurangnya jumlah curah hujan juga akan berdampak lebih luas pada pertanian, yang berpotensi menyebabkan kelaparan massal yang akan berdampak pada miliaran orang.

Jatuhnya nuklir juga akan menyebarkan keracunan radioaktif ke area yang luas. Jumlah asap di atmosfer Bumi berarti perlu waktu hingga satu dekade agar keadaan kembali normal, imbuh para ilmuwan.

Alan Robock, seorang profesor terhormat di Departemen Ilmu Lingkungan di Universitas Rutgers yang ikut menulis penelitian tersebut, mengatakan pada saat itu: “Sembilan negara memiliki senjata nuklir, tetapi Pakistan dan India adalah yang dengan cepat meningkatkan persenjataan mereka."

“Karena perseteruan yang terus berlanjut antara kedua negara bersenjata nuklir ini, khususnya atas Kashmir, penting untuk memahami konsekuensi dari perang nuklir," paparnya.

“Perang seperti itu tidak hanya akan mengancam lokasi-lokasi yang mungkin menjadi sasaran bom, tetapi juga seluruh dunia," imbuh dia, yang dikutip The Mirror, Kamis (8/5/2025).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
Berita Terkini
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Infografis
Menkes: Orang Gaji Rp15...
Menkes: Orang Gaji Rp15 Juta Pasti Lebih Sehat dan Pintar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved