Rudal Houthi Sukses Serang Bandara Ben Gurion, Israel Marah dan Ancam Balas Dendam
Senin, 05 Mei 2025 - 07:07 WIB
loading...
A
A
A
"Kami menargetkan Bandara Ben Gurion, menggunakan rudal balistik hipersonik yang berhasil menghantam sasarannya," kata juru bicara militer Houthi Yahya Saree dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi al-Masirah, Senin (5/5/2025).
"Sistem pertahanan Amerika dan Israel gagal mencegat rudal tersebut," lanjut Saree.
Sarea memperingatkan maskapai penerbangan internasional agar tidak mengirim penerbangan ke bandara Israel tersebut, dengan menyatakannya "tidak lagi aman untuk navigasi udara."
Dalam pernyataan itu, Saree mencatat kelompoknya juga melancarkan serangan pesawat nirawak pada Sabtu malam yang ditujukan ke target vital di kota Ashkelon, Israel selatan.
Dia menekankan bahwa kelompok Houthi akan melancarkan lebih banyak serangan terhadap Israel sampai perang brutalnya di Jalur Gaza berhenti, dan bantuan kemanusiaan diizinkan kembali ke daerah kantong Palestina tersebut.
Serangan rudal Houthi juga telah memaksa jutaan warga Israel mengungsi ke tempat perlindungan dan ruang aman.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengancam akan membalas dengan keras tak lama setelah serangan itu.
"Siapa pun yang menyerang kami akan dipukul tujuh kali lipat," katanya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
"Sistem pertahanan Amerika dan Israel gagal mencegat rudal tersebut," lanjut Saree.
Sarea memperingatkan maskapai penerbangan internasional agar tidak mengirim penerbangan ke bandara Israel tersebut, dengan menyatakannya "tidak lagi aman untuk navigasi udara."
Dalam pernyataan itu, Saree mencatat kelompoknya juga melancarkan serangan pesawat nirawak pada Sabtu malam yang ditujukan ke target vital di kota Ashkelon, Israel selatan.
Dia menekankan bahwa kelompok Houthi akan melancarkan lebih banyak serangan terhadap Israel sampai perang brutalnya di Jalur Gaza berhenti, dan bantuan kemanusiaan diizinkan kembali ke daerah kantong Palestina tersebut.
Serangan rudal Houthi juga telah memaksa jutaan warga Israel mengungsi ke tempat perlindungan dan ruang aman.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengancam akan membalas dengan keras tak lama setelah serangan itu.
"Siapa pun yang menyerang kami akan dipukul tujuh kali lipat," katanya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Lihat Juga :