Nasib Umat Muslim di India ketika Konflik Kashmir Memanas, Diteriaki Pengkhianat dan Diusir dari Tanah Kelahirannya

Selasa, 29 April 2025 - 14:47 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Tentara India dan Pakistan Saling Tembak di Kashmir untuk Malam Kelima Berturut-turut

2. Diusir dari Rumah dan Kampung Halamannya

Kampanye ini mencerminkan kekerasan di dunia nyata, di berbagai negara bagian India. Di Uttar Pradesh, Haryana, Maharashtra, dan Uttarakhand, umat Muslim menghadapi serangan dan ancaman brutal.

Umat Muslim Kashmir telah diusir dari rumah mereka, pedagang kaki lima diserang, dan dalam tindakan pembalasan yang mengerikan, pasien Muslim telah ditolak perawatan medisnya oleh dokter-dokter Hindu.

3. Jadi Korban Penembakan Sadis

Pada hari Jumat, seorang pria Muslim ditembak mati, sementara seorang penganut supremasi Hindu di Agra, Uttar Pradesh, mengaku bertanggung jawab atas penembakan tersebut dan mengatakan bahwa penembakan itu adalah pembalasan atas serangan Pahalgam.

Asosiasi Perlindungan Hak Sipil (APCR), sebuah kelompok advokasi hak sipil yang terdiri dari pengacara dan aktivis hak asasi manusia, telah mencatat 21 insiden kekerasan anti-Muslim, intimidasi, dan ujaran kebencian di seluruh negeri pada hari-hari setelah 22 April.

Ini termasuk penyerangan terhadap perempuan dan pelajar Kashmir, menyampaikan ujaran kebencian terhadap Muslim dalam demonstrasi publik, dan meminta pemerintah India untuk meniru tindakan Israel di Palestina terhadap warga Kashmir – serta mengusir pelajar Kashmir dari rumah dan asrama sewaan mereka.

“Warga India dibombardir oleh kampanye kebencian ini, yang menggunakan serangan itu sebagai pangkalan,” kata Nadeem Khan, sekretaris jenderal APCR. “Kampanye ini telah memanaskan suhu negara hingga mencapai titik didihnya.”

APCR, katanya, kini sedang dalam proses mengatur bantuan hukum bagi para korban kekerasan pascaserangan.

4. Video dan Meme Anti-Islam Bertebaran

Dari video dan meme buatan AI yang menciptakan kembali serangan tersebut hingga gambar-gambar Ghibli, linimasa media sosial telah melihat banjir konten yang muncul dari serangan tersebut. Sebagian besarnya memiliki makna yang sama: menggambarkan serangan itu sebagai serangan terhadap umat Hindu dan agama Hindu, sambil mendesak umat Hindu untuk "bersatu" melawan ancaman umat Muslim.

Beberapa unggahan menyamakan pembunuhan Pahalgam dengan serangan 7 Oktober 2023 terhadap Israel oleh Hamas dan kelompok bersenjata Palestina lainnya, dan mendesak pemerintah India untuk "membalas dendam dengan cara Israel". Israel melancarkan perang di Jalur Gaza yang, sejak Oktober 2023, telah menewaskan lebih dari 52.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 117.000 lainnya.

5. Kebencian terhadap Muslim Meningkat Tajam

Raqib Hameed Naik, direktur eksekutif Pusat Studi Kebencian Terorganisasi (CSOH) yang berbasis di Washington, DC, yang melacak ujaran kebencian di India, mengatakan bahwa pusat tersebut telah mengamati "peningkatan tajam" dalam retorika anti-Muslim di media sosial sejak serangan Kashmir.

“Komunitas [Muslim] sering kali digambarkan sebagai ancaman eksistensial melalui meme, gambar, video, dan misinformasi yang dibuat oleh AI, yang dirancang secara sistematis untuk mengobarkan semangat dan membenarkan retorika yang mengecualikan,” kata Naik.

6.Partai BJP Jadi Otak Kebijakan Anti-Islam

Anggota BJP Modi telah dikaitkan dengan sejumlah ujaran kebencian dan kekerasan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Demo Partai Kecoa...
Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Arab Saudi Gempur Hodeidah,...
Arab Saudi Gempur Hodeidah, Houthi Ancam Balas: Konflik Yaman Kembali Memanas
Tabrakkan Mobil ke Parade...
Tabrakkan Mobil ke Parade LGBT di Berlin Jerman, Pelaku Ditembak Mati
Rekomendasi
Sindikat Buzzer Penyebar...
Sindikat Buzzer Penyebar Hoaks Dibongkar Polda Metro Jaya, Polisi Tangkap 8 Tersangka
PBNU Minta Jaksa Agung...
PBNU Minta Jaksa Agung Tak Kendur Berantas Korupsi meski Diterpa Kasus Jampidsus
Bentrokan Maut di Jalan...
Bentrokan Maut di Jalan Tambak Berakhir Damai, Polda Metro Jaya: Proses Hukum Tetap Berjalan
Berita Terkini
Takut dengan Ancaman...
Takut dengan Ancaman Iran, Netanyahu Diam-diam Terbang ke AS Temui Trump
10 Negara yang Menggunakan...
10 Negara yang Menggunakan Kalender Sendiri, Dipengaruhi Agama, Sejarah dan Dinasti
Media Iran Rilis Video...
Media Iran Rilis Video Cara Bunuh Ibu Negara AS Melania Trump, Secret Service Turun Tangan
China Membangun Replika...
China Membangun Replika Kapal Perang AS hingga Kantor Presiden Taiwan untuk Target Rudal
Mojtaba Khamenei kepada...
Mojtaba Khamenei kepada Hizbullah: Tak Ada Jalan Lain Selain Jihad Melawan AS dan Israel
Jeda Perang dan Gencatan...
Jeda Perang dan Gencatan Senjata Selalu Menguntungkan Iran, Ini 4 Alasannya
Infografis
6 Merek Kurma Israel...
6 Merek Kurma Israel yang Diboikot Umat Muslim di Eropa dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved