Kronologi Kapal Induk AS Mengelak dari Serangan Houthi Bikin Jet Tempur F/A-18 Jatuh ke Laut

Selasa, 29 April 2025 - 11:43 WIB
loading...
Kronologi Kapal Induk...
Sebuah jet tempur F/A-18 Super Hornet seharga Rp1 triliun milik AS hilang di Laut Merah setelah jatuh dari kapal induk bertenaga nuklir USS Harry S Truman. Foto/US Navy/MC3 Kristina Young
A A A
TEL AVIV - Sebuah jet tempur F/A-18E Super Hornet milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) telah jatuh tenggelam ke Laut Merah setelah tergelincir dari kapal induk USS Harry S Truman pada hari Senin.

Insiden itu terjadi saat kapal induk bertenaga nuklir tersebut sedang melakukan manuver mengelak sebagai respons terhadap serangan rudal dan drone kelompok Houthi Yaman.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada The War Zone, Selasa (29/4/2025), bahwa traktor penarik yang tengah menggerakkan pesawat F/A-18 saat itu juga jatuh ke sisi kapal dalam insiden tersebut, yang untungnya hanya satu pelaut yang mengalami luka ringan.

Baca Juga: Jatuh dari Kapal Induk Nuklir, Jet Tempur F/A-18 AS Seharga Rp1 Triliun Hilang di Laut Merah

Mengutip seorang pejabat AS, jurnalis Natasha Bertrand dari CNN adalah orang pertama yang melaporkan bahwa USS Harry S Truman yang berbelok tajam sebagai respons terhadap serangan kelompok Houthi.

Jurnalis Konstantin Toropin dari Military.com juga melaporkan detail insiden itu, yang juga mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

Kapal induk Angkatan Laut seperti USS Harry S Truman mampu melakukan belokan yang sangat tajam dan berkecepatan tinggi untuk kapal seukurannya, termasuk taktik mengelak.

Kantor Kepala Informasi Angkatan Laut (CHINFO), kantor urusan publik tertinggi Angkatan Laut AS, merilis pernyataan tentang kronologi insiden tersebut, tapi tidak menyebutkan perihal ancaman serangan Houthi. Berikut pernyataan lengkapnya:

USS Harry S. Truman (CVN 75) kehilangan sebuah F/A-18E Super Hornet yang ditugaskan ke Strike Fighter Squadron (VFA) 136 dan sebuah traktor penarik saat kapal induk tersebut beroperasi di Laut Merah, 28 April. Semua personel telah diketahui keberadaannya, dengan seorang Pelaut mengalami cedera ringan.

F/A-18E sedang ditarik secara aktif di hanggar ketika kru yang bergerak kehilangan kendali atas pesawat tersebut. Pesawat dan traktor penarik tersebut jatuh ke laut.

Pelaut yang menarik pesawat tersebut segera mengambil tindakan untuk menjauh dari pesawat tersebut sebelum jatuh ke laut. Investigasi sedang dilakukan.

Grup Serang Kapal Induk Harry S. Truman dan sayap udara yang diterjunkan tetap mampu menjalankan misi sepenuhnya.

Grup serang tersebut terdiri dari kapal induk Harry S. Truman, sembilan skuadron dari Sayap Udara Kapal Induk 1, tiga kapal perusak berpeluru kendali dari Skuadron Perusak 28, dan kapal penjelajah kelas Ticonderoga USS Gettysburg (CG 64)."

Tidak diketahui apakah ada senjata atau perlengkapan lain yang dimuat di pesawat yang tenggelam di Laut Merah tersebut.

Tidak diketahui juga apakah Angkatan Laut sudah berencana untuk mencoba menyelamatkan jet tempur itu.

Menurut Angkatan Laut AS, satu unit jet tempur F/A-18 Super Hornet harganya USD60 juta atau lebih dari Rp1 triliun.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Presiden Venezuela Terenyuh...
Presiden Venezuela Terenyuh Puluhan Negara Bantu Cari Korban Gempa, Nyaris 2.000 Orang Tewas
Rekomendasi
Volkswagen Group Disinyalir...
Volkswagen Group Disinyalir Akan Menjual Ducati?
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Level 5.640 Pagi Ini
Meta Hadirkan Kembali...
Meta Hadirkan Kembali Facebook Creator Studio Berbasis AI
Berita Terkini
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Infografis
Perang Membara, Pakistan...
Perang Membara, Pakistan Tembak Jatuh 5 Jet Tempur India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved