Dampak Perang Dagang: Canton Fair Sepi, Industri Ekspor China Terguncang

Senin, 28 April 2025 - 14:41 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: China Desak AS Akhiri Perang Dagang, tapi Juga Siap Meladeni

Bagi perusahaan seperti KMA Electronics, dampaknya sangat menghancurkan. Dengan 60–70% pendapatannya bergantung pada pembeli Amerika, lonjakan tarif ini menjadi pukulan telak.

"Setelah tarif menyentuh 145%, pesanan dari AS hampir menghilang," ujar manajer pemasaran perusahaan tersebut. Kini, para eksportir mati-matian mencari jalan lain—menjelajahi perdagangan transhipment, membidik pasar baru, atau sekadar berharap ada terobosan kebijakan. Tapi bertahan hidup jauh dari kata pasti.

Barang-barang mungkin masih meninggalkan pelabuhan China, namun pembayaran yang tak kunjung datang membuat banyak bisnis tercekik likuiditas dan menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian. Jika perang dagang ini terus berlarut, banyak yang khawatir dampaknya akan merembet jauh melampaui lantai pabrik.

Fondasi Industri Nasional


Di seluruh China, gelombang dampak perang dagang makin sulit diabaikan. Di Yiwu, kota yang dijuluki “supermarket dunia”, eksportir kecil dan menengah bertarung untuk bertahan. Kota yang dulu ramai dengan e-commerce lintas negara itu kini dipenuhi cerita penutupan pabrik dan PHK (pemutusan hubungan kerja) massal, seiring tekanan yang semakin berat.

Bagi pemilik pabrik lokal, angka-angka bicara dengan gamblang. "99% bisnis e-commerce di sini sudah tidak lagi menghasilkan untung," kata seorang pengusaha, menggambarkan industri yang berada di tepi jurang. Tingkat kelangsungan hidup kini tinggal 5%, memaksa banyak perusahaan memangkas biaya dan memutar otak mencari strategi baru.

Tekanan ekonomi ini tak hanya tercermin di laporan keuangan, tapi juga menghantam para pekerja. Seorang sumber industri mempertanyakan bagaimana mungkin gaji karyawan bisa dipertahankan di tengah gelombang keterlambatan pembayaran.

Seiring produksi yang menurun dan pekerja dipulangkan, sektor ekspor China yang dulu menjadi tulang punggung pertumbuhan kini berada dalam tekanan berat. Jika situasinya terus memburuk, dampak jangka panjangnya bisa merombak fondasi industri nasional.

Industri manufaktur China tengah mengalami transformasi besar, seiring bergesernya rantai pasok global. Sebagai bekas penguasa tak terbantahkan di produksi berbiaya rendah, China kini menghadapi kompetisi dari negara-negara berkembang yang mulai menguatkan kapabilitas industrinya. Akibatnya, makin banyak pabrik China yang memilih pindah ke luar negeri demi mencari biaya produksi yang lebih rendah dan kondisi perdagangan yang lebih menguntungkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Kebakaran Hutan Dahsyat...
Kebakaran Hutan Dahsyat Menyebar di Prancis, Lebih dari 10.000 Orang Dievakuasi
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani Diancam Bunuh gegara Bela Palestina-Kecam Israel
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved