Soal Rusia Inginkan Pangkalan Militer Indonesia, PM Australia Dituduh Memberi Respons Licik
Senin, 28 April 2025 - 12:56 WIB
loading...
A
A
A
Juru bicara pertahanan dan urusan luar negeri koalisi oposisi, Andrew Hastie dan David Coleman, pada hari Senin (28/4/2025) mengatakan bahwa mereka tidak diberi tahu apa-apa.
"Pemerintah telah menolak untuk memberikan pengarahan kepada oposisi tentang masalah ini, yang merupakan inti dari keamanan nasional Australia," kata Andrew Hastie dan David Coleman dalam pernyataan bersama.
“Setiap upaya Rusia untuk mendapatkan akses ke lapangan udara yang hanya berjarak 1.300 km dari Darwin jelas merupakan masalah yang sangat memprihatinkan," lanjut mereka.
“Alih-alih memberikan pengarahan, pemerintah telah memberikan serangkaian tanggapan yang mengelak, menipu, dan licik.”
Mereka mengatakan Menteri Pertahanan Richard Marles telah memberi tahu mereka bahwa pihak oposisi akan mendapatkan pengarahan. "Tetapi kemudian mengubah pendiriannya dan mengatakan tidak akan ada pengarahan yang diberikan," papar mereka.
"Pengarahan harus segera diberikan kepada pihak oposisi—dengan cara yang sama seperti pemerintah sebelumnya memberikan pengarahan tentang masalah keamanan nasional kepada pihak oposisi, termasuk selama kampanye pemilihan terakhir," kata seorang anggota Parlemen senior kubu koalisi oposisi.
"Pemerintah sengaja berusaha menyesatkan dan mengaburkan agar tidak berterus terang tentang pengetahuan yang dimilikinya—dan tindakan apa yang diambilnya—terkait dengan usulan Rusia," ujarnya.
"Pemerintah telah menolak untuk memberikan pengarahan kepada oposisi tentang masalah ini, yang merupakan inti dari keamanan nasional Australia," kata Andrew Hastie dan David Coleman dalam pernyataan bersama.
“Setiap upaya Rusia untuk mendapatkan akses ke lapangan udara yang hanya berjarak 1.300 km dari Darwin jelas merupakan masalah yang sangat memprihatinkan," lanjut mereka.
“Alih-alih memberikan pengarahan, pemerintah telah memberikan serangkaian tanggapan yang mengelak, menipu, dan licik.”
Mereka mengatakan Menteri Pertahanan Richard Marles telah memberi tahu mereka bahwa pihak oposisi akan mendapatkan pengarahan. "Tetapi kemudian mengubah pendiriannya dan mengatakan tidak akan ada pengarahan yang diberikan," papar mereka.
"Pengarahan harus segera diberikan kepada pihak oposisi—dengan cara yang sama seperti pemerintah sebelumnya memberikan pengarahan tentang masalah keamanan nasional kepada pihak oposisi, termasuk selama kampanye pemilihan terakhir," kata seorang anggota Parlemen senior kubu koalisi oposisi.
"Pemerintah sengaja berusaha menyesatkan dan mengaburkan agar tidak berterus terang tentang pengetahuan yang dimilikinya—dan tindakan apa yang diambilnya—terkait dengan usulan Rusia," ujarnya.
Lihat Juga :