3 Kasus Penembakan Paling Berdarah di Kashmir, Terbaru Bikin India-Pakistan di Ambang Perang

Senin, 28 April 2025 - 11:43 WIB
loading...
A A A

1. Pembantaian Gawkadal Tahun 1990


Pada 21 Januari 1990, pasukan paramiliter India, CRPF (Central Reserve Police Force), menembaki ribuan demonstran di Jembatan Gawkadal, Srinagar. Para demonstran memprotes dugaan pelecehan dan kekerasan yang dilakukan oleh pasukan keamanan.

Penembakan ini menyebabkan 50 hingga 100 oran tewas di tempat menurut laporan Human Rights Watch.

Pembantaian Gawkadal dianggap sebagai awal dari periode paling brutal dalam sejarah pemberontakan di Jammu dan Kashmir. Insiden ini memperburuk ketidakpercayaan warga setempat terhadap pemerintah India dan memperkuat sentimen separatisme yang berkembang di awal 1990-an.

2. Pembantaian Chattisinghpora Tahun 2000


Pada 20 Maret 2000, dalam malam perayaan Holi, 15 pria bersenjata menyerang desa Sikh di Chattisinghpora, Kashmir, menewaskan 35 pria Sikh secara brutal.

Ini terjadi bertepatan dengan kunjungan Presiden Amerika Serikat saat itu Bill Clinton ke India, memicu spekulasi motif politik di balik serangan.

Hingga kini, tidak ada pihak yang secara resmi bertanggung jawab. Pemerintah India menyalahkan militan Islamis yang berbasis di Pakistan, namun beberapa laporan hak asasi manusia (HAM) menuding potensi keterlibatan pasukan keamanan India dalam menciptakan "false flag operation" atau “operasi bendera palsu”.

Kasus ini memperumit citra konflik Kashmir di mata dunia dan memperkeruh hubungan diplomatik India-Pakistan.

3. Pembantaian Pahalgam 22 April 2025


Pada Selasa sore, 22 April 2025, kelompok bersenjata yang menamakan diri The Resistance Front (TRF) menembak mati 26 turis Hindu di padang rumput indah Baisaran di Pahalgam, Kashmir Selatan—wilayah yang dijuluki “mini Swiss”—yang dikendalikan India.

Dari 26 korban, 25 di antaranya merupakan warga India dan satu lagi warga negara Nepal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Berita Terkini
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Infografis
Jurnalis Inggris: Pakistan...
Jurnalis Inggris: Pakistan Pemenang dalam Perang dengan India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved