3 Kasus Penembakan Paling Berdarah di Kashmir, Terbaru Bikin India-Pakistan di Ambang Perang
Senin, 28 April 2025 - 11:43 WIB
loading...
A
A
A
Menurut India, TRF terkait dengan kelompok milisi Lashkar-e-Taiba yang berbasis di Pakistan.
Pakistan mengeklaim pembantaian itu merupakan “operasi bendera palsu” yang dirancang oleh India.
India merespons pembantaian tersebut dengan melakukan lima tindakan pembalasan terhadap Pakistan, termasuk menurunkan hubungan diplomatik, penangguhan Perjanjian Perairan Indus, dan penutupan perbatasan darat kedua negara.
Pakistan tak terima dengan penangguhan Perjanjian Perairan Indus secara secara sepihak oleh India, menganggapnya sebagai tindakan perang.
Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif memperingatkan bahwa konfrontasi dengan India dapat meningkat menjadi "perang habis-habisan" dengan kemungkinan "hasil yang tragis", mengingat kedua negara adalah kekuatan nuklir.
Menteri Perkeretaapian Pakistan Hanif Abbasi bahkan telah mengancam India dengan serangan senjata nuklir. Dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Minggu (27/4/2025), Abbasi mengingatkan India bahwa Pakistan memiliki banyak rudal dan 130 hulu ledak nuklir, yang menurutnya "tidak untuk dipamerkan."
"Tidak seorang pun tahu di mana kami telah menempatkan senjata nuklir kami di seluruh negeri. Saya katakan lagi, rudal balistik ini, semuanya ditujukan kepada Anda," ancam Abbasi.
Pakistan telah menutup wilayah udaranya untuk maskapai penerbangan India.
Ketika ketegangan ini membuat kedua negara ambang perang, India unjuk kekuatan dengan menggelar latihan tembak langsung di Laut Arab, di mana kapal-kapal perangnya menembakkan rudal jelajah BrahMos.
Pakistan mengeklaim pembantaian itu merupakan “operasi bendera palsu” yang dirancang oleh India.
India merespons pembantaian tersebut dengan melakukan lima tindakan pembalasan terhadap Pakistan, termasuk menurunkan hubungan diplomatik, penangguhan Perjanjian Perairan Indus, dan penutupan perbatasan darat kedua negara.
Pakistan tak terima dengan penangguhan Perjanjian Perairan Indus secara secara sepihak oleh India, menganggapnya sebagai tindakan perang.
Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif memperingatkan bahwa konfrontasi dengan India dapat meningkat menjadi "perang habis-habisan" dengan kemungkinan "hasil yang tragis", mengingat kedua negara adalah kekuatan nuklir.
Menteri Perkeretaapian Pakistan Hanif Abbasi bahkan telah mengancam India dengan serangan senjata nuklir. Dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Minggu (27/4/2025), Abbasi mengingatkan India bahwa Pakistan memiliki banyak rudal dan 130 hulu ledak nuklir, yang menurutnya "tidak untuk dipamerkan."
"Tidak seorang pun tahu di mana kami telah menempatkan senjata nuklir kami di seluruh negeri. Saya katakan lagi, rudal balistik ini, semuanya ditujukan kepada Anda," ancam Abbasi.
Pakistan telah menutup wilayah udaranya untuk maskapai penerbangan India.
Ketika ketegangan ini membuat kedua negara ambang perang, India unjuk kekuatan dengan menggelar latihan tembak langsung di Laut Arab, di mana kapal-kapal perangnya menembakkan rudal jelajah BrahMos.
(mas)
Lihat Juga :