India Terlalu Mengekang Kashmir, Apakah Modi Kena Karma?

Senin, 28 April 2025 - 02:20 WIB
loading...
A A A
PM India Modi pada hari Minggu menegaskan kembali janjinya bahwa para korban Pahalgam "akan mendapatkan keadilan".

"Teroris dan pelindung mereka ingin Kashmir dihancurkan lagi. Itulah sebabnya konspirasi besar seperti itu dibuat," katanya dalam pidato radio bulanannya kepada rakyat.

Kemudian, Tentara di Kashmir yang dikelola India telah menghancurkan rumah dua orang yang diduga melakukan serangan paling mematikan di wilayah yang disengketakan itu terhadap warga sipil dalam hampir dua dekade.

Anggota keluarga dari dua tersangka pemberontak juga ditahan untuk diinterogasi setelah serangan itu, kata kerabat mereka dan seorang petugas polisi.

Sejauh ini sembilan rumah milik pemberontak telah dibom sejak serangan Pahalgam, kata seorang pejabat polisi kepada AFP pada hari Minggu dengan syarat anonim.

Aktivis telah menunjukkan bahwa pembongkaran baru-baru ini melanggar perintah Mahkamah Agung, yang memerintahkan agar pihak berwenang memberikan surat perintah sebelum menghancurkan rumah. Pengadilan tinggi mengatakan bahwa "sama sekali tidak konstitusional" untuk menghancurkan rumah seseorang tanpa mengikuti proses hukum yang semestinya.

Kelompok hak asasi manusia telah menunjukkan pola hukuman kolektif di Kashmir yang dikelola India karena pihak berwenang India telah menghancurkan rumah-rumah tersangka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
Menyambut Modi, Mengingat...
Menyambut Modi, Mengingat Janji Pluralisme India
AS Rayakan Kemerdekaan...
AS Rayakan Kemerdekaan ke-250, Trump Gelar Parade dan Kembang Api Besar-Besaran
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Itamar Ben Gvir Batal Ikuti Pertemuan di Markas PBB New York, Takut Ditangkap?
Rekomendasi
Spesial Prambanan Jazz...
Spesial Prambanan Jazz 2026: Nikmati Konser Syahdu Plus Diskon Hotel dan Kuliner dari BRImo
Wamenkomdigi Sebut 3...
Wamenkomdigi Sebut 3 dari 5 Anak Palsukan Usia untuk Akses Medsos
232 Warga Mengungsi...
232 Warga Mengungsi Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang
Berita Terkini
9 Fakta Diplomasi Ayat...
9 Fakta Diplomasi Ayat Suci Al-Quran pada Pemakaman Khamenei, Kirim Sinyal Bedakan Siapa Sekutu dan Musuh
Kenapa Para Jenderal...
Kenapa Para Jenderal Iran Bersumpah Akan Balas Dendam atas Kematian Khamenei?
Trump Telepon Putin...
Trump Telepon Putin pada Hari Kemerdekaan AS selama 1,5 Jam, Ini 5 Topik yang Dirundingkan
Meski Ada Ancaman, Kedubes...
Meski Ada Ancaman, Kedubes Iran Ucapkan Terima Kasih kepada Delegasi yang Hadiri Pemakaman Khamenei
AS Tebar Ancaman ke...
AS Tebar Ancaman ke Banyak Negara agar Tidak Kirim Delegasi ke Pemakaman Khamenei, Apakah Efektif?
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
Infografis
10 Miliarder India di...
10 Miliarder India di 2025, Paling Tajir Berharta Rp1.497 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved