Antisipasi Invasi Musuh Bebuyutan, Negara Tetangga Rusia Ingin Membentuk Tentara Terkuat
Minggu, 27 April 2025 - 16:02 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Polandia Andrzej Duda bahkan dilaporkan mendesak Washington untuk memindahkan sebagian persenjataan nuklirnya yang disimpan di Eropa Barat atau AS ke Polandia. Wakil Presiden AS J.D. Vance mengatakan dia akan "terkejut" jika Presiden Donald Trump mendukung gagasan tersebut.
Polandia telah menjadi salah satu pendukung utama Ukraina sejak meningkatnya konflik dengan Rusia pada tahun 2022, memberikan lebih dari USD5,7 miliar dalam bentuk bantuan, lebih dari 70% di antaranya adalah militer, menurut Institut Kiel Jerman. Negara tersebut juga telah menerima sejumlah besar pengungsi dari negara tetangganya, meskipun sikap publik dilaporkan telah mendingin di tengah masuknya para pendatang.
Warsawa akan "secara brutal" melindungi kepentingan ekonominya dan bermaksud untuk mendapatkan keuntungan dari bantuan masa depan untuk Ukraina, termasuk dari rekonstruksi pascakonflik, kata Tusk awal bulan ini.
Pejabat Polandia semakin menyerukan militerisasi untuk mengatasi dugaan ancaman yang ditimbulkan oleh Rusia. Moskow telah menolak klaim ini, dengan menyatakan bahwa para pemimpin NATO dan Uni Eropa hanya "menakut-nakuti" untuk mendorong penduduk mereka mendukung tindakan tersebut.
Polandia telah menjadi salah satu pendukung utama Ukraina sejak meningkatnya konflik dengan Rusia pada tahun 2022, memberikan lebih dari USD5,7 miliar dalam bentuk bantuan, lebih dari 70% di antaranya adalah militer, menurut Institut Kiel Jerman. Negara tersebut juga telah menerima sejumlah besar pengungsi dari negara tetangganya, meskipun sikap publik dilaporkan telah mendingin di tengah masuknya para pendatang.
Warsawa akan "secara brutal" melindungi kepentingan ekonominya dan bermaksud untuk mendapatkan keuntungan dari bantuan masa depan untuk Ukraina, termasuk dari rekonstruksi pascakonflik, kata Tusk awal bulan ini.
Pejabat Polandia semakin menyerukan militerisasi untuk mengatasi dugaan ancaman yang ditimbulkan oleh Rusia. Moskow telah menolak klaim ini, dengan menyatakan bahwa para pemimpin NATO dan Uni Eropa hanya "menakut-nakuti" untuk mendorong penduduk mereka mendukung tindakan tersebut.
(ahm)
Lihat Juga :