Upacara Pemakaman Paus Fransiskus Paling Sederhana Dibandingkan Pendahulunya
Minggu, 27 April 2025 - 04:40 WIB
loading...
A
A
A
Baru-baru ini, pemakaman Paus Yohanes Paulus II pada tahun 2005, dan pemilihan penggantinya Paus Benediktus XVI, menghabiskan biaya sebesar USD9 juta (sekitar USD14,7 juta dalam dolar saat ini).
Tahun itu, Gereja memperoleh pendapatan sebesar USD12,4 juta dari masuknya wisatawan ke museumnya. Sumber pendapatan lainnya termasuk sumbangan, saham, obligasi, real estat, dan investasi lainnya.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, Gereja menghadapi kendala keuangan yang signifikan. Fransiskus sering berselisih dengan para kardinal mengenai keuangan Gereja, termasuk hanya tiga hari sebelum ia dirawat di rumah sakit pada akhir Februari. Ia mempelopori serangkaian reformasi keuangan – beberapa di antaranya memicu reaksi keras – termasuk pemotongan gaji pejabat tinggi.
Tahun lalu, Gereja mengalami kekurangan anggaran sebesar USD87 juta, kantor berita Reuters melaporkan, mengutip dua sumber yang mengetahui masalah tersebut. Vatikan belum menerbitkan anggaran lengkap sejak 2022.
“Vatikan membutuhkan uang, dan ia membutuhkan uang karena gereja ini jauh lebih besar. Sekarang gereja ini melayani lebih banyak orang di negara-negara miskin, dan jumlah umat Katolik di negara-negara kaya lebih sedikit. Dan dari situlah ketidakseimbangan itu muncul,” kata Faggioli.
Tahun itu, Gereja memperoleh pendapatan sebesar USD12,4 juta dari masuknya wisatawan ke museumnya. Sumber pendapatan lainnya termasuk sumbangan, saham, obligasi, real estat, dan investasi lainnya.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, Gereja menghadapi kendala keuangan yang signifikan. Fransiskus sering berselisih dengan para kardinal mengenai keuangan Gereja, termasuk hanya tiga hari sebelum ia dirawat di rumah sakit pada akhir Februari. Ia mempelopori serangkaian reformasi keuangan – beberapa di antaranya memicu reaksi keras – termasuk pemotongan gaji pejabat tinggi.
Tahun lalu, Gereja mengalami kekurangan anggaran sebesar USD87 juta, kantor berita Reuters melaporkan, mengutip dua sumber yang mengetahui masalah tersebut. Vatikan belum menerbitkan anggaran lengkap sejak 2022.
“Vatikan membutuhkan uang, dan ia membutuhkan uang karena gereja ini jauh lebih besar. Sekarang gereja ini melayani lebih banyak orang di negara-negara miskin, dan jumlah umat Katolik di negara-negara kaya lebih sedikit. Dan dari situlah ketidakseimbangan itu muncul,” kata Faggioli.
(ahm)
Lihat Juga :