Trump Tawari Arab Saudi Paket Senjata Senilai Lebih dari Rp1.684 Triliun

Jum'at, 25 April 2025 - 18:13 WIB
loading...
Trump Tawari Arab Saudi...
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) siap menawarkan Arab Saudi paket persenjataan senilai lebih dari USD100 miliar (Rp1.684 triliun).

Kabar itu diungkap enam sumber yang memiliki pengetahuan langsung tentang masalah tersebut kepada Reuters.

Sumber itu mengatakan proposal tersebut sedang disiapkan untuk diumumkan selama kunjungan Presiden AS Donald Trump ke kerajaan tersebut bulan depan.

Paket yang ditawarkan muncul setelah pemerintahan mantan Presiden Joe Biden gagal menyelesaikan pakta pertahanan dengan Riyadh sebagai bagian dari kesepakatan luas yang membayangkan Arab Saudi menormalisasi hubungan dengan negara pendudukan Israel.

Proposal Biden menawarkan akses ke persenjataan AS yang lebih canggih dengan imbalan penghentian pembelian senjata China dan pembatasan investasi Beijing di negara tersebut. Tidak jelas apakah proposal pemerintahan Trump mencakup persyaratan serupa.

Gedung Putih dan kantor komunikasi pemerintah Saudi tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan, “Hubungan pertahanan kami dengan Kerajaan Arab Saudi lebih kuat dari sebelumnya di bawah kepemimpinan Presiden Trump. Mempertahankan kerja sama keamanan kami tetap menjadi komponen penting dari kemitraan ini dan kami akan terus bekerja sama dengan Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan pertahanan mereka.”

Dalam masa jabatan pertamanya, Trump merayakan penjualan senjata ke Arab Saudi sebagai hal yang baik untuk lapangan pekerjaan di AS.

“Lockheed Martin Corp LMT.N dapat memasok berbagai sistem persenjataan canggih termasuk pesawat angkut C-130,” ungkap dua sumber.

Satu sumber mengatakan Lockheed juga akan memasok rudal dan radar.

RTX Corp RTX.N, yang sebelumnya dikenal sebagai Raytheon Technologies, juga diharapkan memainkan peran penting dalam paket tersebut, yang akan mencakup pasokan dari kontraktor pertahanan utama AS lainnya seperti Boeing Co BA.N, Northrop Grumman Corp NOC.N dan General Atomics, menurut empat sumber.

Semua sumber menolak disebutkan namanya karena sensitivitas masalah tersebut.

RTX, Northrop dan General Atomics menolak berkomentar. Boeing tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Seorang juru bicara Lockheed Martin mengatakan penjualan militer asing merupakan transaksi antarpemerintah.

Pertanyaan tentang penjualan ke pemerintah asing sebaiknya dijawab oleh pemerintah AS.

“Banyak kesepakatan telah berlangsung selama beberapa waktu,” papar dua sumber.

“Misalnya, kerajaan pertama kali meminta informasi tentang pesawat nirawak General Atomics pada tahun 2018,” ungkap mereka.

Selama 12 bulan terakhir, kesepakatan senilai USD20 miliar untuk pesawat nirawak MQ-9B SeaGuardian General Atomics dan pesawat lainnya menjadi fokus, menurut salah satu sumber.

“Beberapa eksekutif dari perusahaan pertahanan mempertimbangkan melakukan perjalanan ke wilayah tersebut sebagai bagian dari delegasi,” ujar tiga sumber.

AS telah lama memasok senjata ke Arab Saudi. Pada tahun 2017, Trump mengusulkan penjualan sekitar USD110 miliar ke kerajaan.

Pada tahun 2018, hanya USD14,5 miliar penjualan yang telah dimulai dan Kongres mulai mempertanyakan kesepakatan tersebut mengingat pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Turki.

Pada tahun 2021, di era Biden, Kongres memberlakukan larangan penjualan senjata ofensif ke Arab Saudi atas pembunuhan Khashoggi dan untuk menekan kerajaan itu agar menghentikan perang Yaman, yang telah menimbulkan banyak korban sipil.

Berdasarkan hukum AS, kesepakatan senjata internasional utama harus ditinjau oleh anggota Kongres sebelum diselesaikan.

Pemerintahan Biden mulai melunakkan pendiriannya terhadap Arab Saudi pada tahun 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina berdampak pada pasokan minyak global.

Larangan penjualan senjata ofensif dicabut pada tahun 2024, karena Washington bekerja lebih erat dengan Riyadh setelah perang genosida Israel di Gaza dan rencana AS pascaperang untuk daerah kantong itu, yang mencakup pemindahan warga Palestina keluar dari daerah kantong itu.

“Kesepakatan potensial untuk jet F-35 Lockheed, yang kabarnya telah diminati kerajaan selama bertahun-tahun, diharapkan akan dibahas,” papar tiga sumber, sambil mengecilkan peluang kesepakatan F-35 ditandatangani selama perjalanan itu.

Amerika Serikat menjamin sekutu dekatnya Israel menerima senjata Amerika yang lebih canggih daripada negara-negara Arab, yang memberinya apa yang disebut sebagai “Keunggulan Militer Kualitatif” (QME) atas negara-negara tetangganya.

Israel kini telah memiliki F-35 selama sembilan tahun, membangun beberapa skuadron.

Baca juga: Trump Tegaskan Universitas Harvard Ancaman bagi Demokrasi
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Ngamuk! Iran Klaim Hancurkan...
Ngamuk! Iran Klaim Hancurkan 8 Lokasi Militer AS di Kuwait dan Bahrain
Rekomendasi
Tito Dorong Penguatan...
Tito Dorong Penguatan BNPP RI untuk Percepatan Pembangunan dan Keamanan Perbatasan
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Berita Terkini
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Infografis
4 Senjata Andalan China,...
4 Senjata Andalan China, dari Robot Serigala hingga Rudal Hipersonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved