Krimea Masuk Wilayah Ukraina atau Rusia? Sejarah Panjang Sejak Era Ottoman hingga Kini

Jum'at, 25 April 2025 - 16:00 WIB
loading...
A A A
Sanksi ini mencakup pembatasan perdagangan, pembekuan aset, dan larangan perjalanan bagi tokoh-tokoh Rusia dan pejabat Krimea.

2. Perubahan Demografi dan Pelanggaran HAM


Setelah 2014, banyak laporan menyebutkan adanya penindasan terhadap etnis Tatar Krimea dan mereka yang pro-Ukraina.

Media Ukraina dan organisasi HAM seperti Human Rights Watch melaporkan penangkapan sewenang-wenang, penghilangan, dan pembatasan kebebasan beragama.

Rusia juga melakukan perubahan demografis dengan memindahkan warga Rusia ke Krimea dan mendorong warga Ukraina yang menentang aneksasi untuk keluar dari wilayah itu.

3. Pangkalan Militer Rusia


Rusia memperkuat kehadiran militernya di Krimea, menjadikannya sebagai salah satu benteng pertahanan strategis di Laut Hitam.

Sevastopol menjadi basis Armada Laut Hitam yang sangat penting bagi kepentingan militer dan politik Rusia di kawasan Eropa Timur dan Timur Tengah.

Krimea dalam Konflik Ukraina-Rusia (2022 - Kini)


Invasi penuh Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022 mengubah seluruh dinamika kawasan. Ukraina menegaskan pembebasan seluruh wilayahnya, termasuk Krimea, adalah tujuan utama perang.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, berkali-kali menegaskan Krimea adalah bagian dari Ukraina, dan kembalinya wilayah tersebut merupakan syarat mutlak perdamaian.

Sementara itu, Rusia menganggap Krimea sebagai wilayah berdaulatnya, dan segala upaya untuk merebut kembali Krimea dianggap sebagai agresi terhadap Rusia itu sendiri.

Apakah Krimea Wilayah Ukraina atau Rusia?


Secara hukum internasional, Krimea adalah bagian dari Ukraina. Aneksasi oleh Rusia pada tahun 2014 dianggap ilegal oleh sejumlah negara dan organisasi internasional, termasuk PBB, Uni Eropa, dan NATO.

Namun secara de facto, Krimea saat ini dikuasai dan diadministrasikan oleh Rusia, termasuk dalam sistem hukum, pemerintahan, dan militer Rusia.

Situasi ini menciptakan konflik dualitas antara status hukum internasional dan realitas di lapangan. Ini juga mencerminkan salah satu perselisihan geopolitik paling serius di abad ke-21 yang belum terselesaikan.

Persoalan Krimea bukan sekadar perebutan wilayah, tetapi menyangkut prinsip-prinsip dasar dalam hubungan internasional: kedaulatan negara, hak penentuan nasib sendiri, dan kepentingan geopolitik global.

Selama Rusia dan Ukraina, serta negara-negara besar dunia, tidak mencapai kesepakatan damai, status Krimea akan terus menjadi sumber ketegangan, dan nasib rakyat Krimea pun tetap berada dalam bayang-bayang ketidakpastian.

Baca juga: Perbandingan Pangkalan Militer AS vs China di Dunia, Bagai Langit dan Bumi?
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
AS Serang Abadan dan...
AS Serang Abadan dan Mahshahr di Iran Barat, Wilayah Perbatasan Jadi Sasaran
Fantastis! Bangladesh...
Fantastis! Bangladesh Sita Harta Mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina Rp112 Triliun
Rekomendasi
Usai Diduga Singgung...
Usai Diduga Singgung Syifa Hadju, Anjasmara Minta Maaf: Bukan Orang yang Kalian Kira
Pangeran William Kecewa...
Pangeran William Kecewa Inggris Tersingkir dari Piala Dunia
Keonho CORTIS Alami...
Keonho CORTIS Alami Patah Tulang Jelang Tur Solo Perdana
Berita Terkini
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
Infografis
Tentara Rusia Rebut...
Tentara Rusia Rebut Wilayah Seukuran Singapura dari Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved