Terungkap! Sheikh Zayed Pernah Ragukan AS Akan Lindungi Pemimpin Arab saat Krisis

Kamis, 24 April 2025 - 00:48 WIB
loading...
Terungkap! Sheikh Zayed...
Pendiri Uni Emirat Arab, Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, pernah ragukan AS akan lindungi pemimpin Arab saat krisis politik pecah. Foto/uae-embassy.org
A A A
ABU DHABI - Dokumen rahasia pemerintah Inggris yang baru-baru ini ditemukan mengungkap pandangan mengejutkan dari pendiri Uni Emirat Arab, Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan.

Dia ternyata pernah meragukan komitmen Amerika Serikat (AS) dalam melindungi para pemimpin Arab sekutu Washington saat menghadapi krisis politik atau pemberontakan rakyat.

Pandangan ini disampaikan langsung oleh Sheikh Zayed dan keponakannya yang juga Kepala Stafnya, Sheikh Surour, dalam pertemuan dengan Julian Amery—anggota Parlemen Inggris dari Partai Konservatif—pada Mei 1986 di Abu Dhabi.

Pertemuan itu terjadi ketika Richard Murphy, Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk urusan Timur Dekat dan Asia Selatan, tengah mengunjungi Uni Emirat Arab.

Baca Juga: Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia

Menurut catatan yang kini tersedia di Arsip Nasional Inggris dan diungkap oleh MEMO (Middle East Monitor), Rabu (23/4/2025), kedua pemimpin Emirat menyampaikan kekecewaan terhadap ketidakmampuan Presiden Ronald Reagan kala itu untuk meyakinkan Kongres AS agar menyetujui penjualan senjata kepada negara-negara sahabat di Arab.

“Jika perang Iran-Irak benar-benar meluas ke Teluk, apakah Pemerintahan Amerika akan bertindak melindungi negara-negara Teluk seperti yang mereka katakan, atau apakah Kongres dan opini publik Amerika akan menghentikan mereka?” tanya Sheikh Zayed dan Sheikh Surour, sebagaimana dikutip dalam catatan Amery.

Kegelisahan mereka dipicu oleh krisis regional akibat perang Iran-Irak yang telah berlangsung sejak 1980, serta oleh sejarah “pengkhianatan” AS terhadap para pemimpin sekutu yang tumbang akibat tekanan rakyat.

Contoh dari Iran, Filipina, hingga Haiti


Dalam catatannya kepada Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher saat itu, Amery menyebut bahwa kekecewaan terhadap AS di kalangan elite UEA merupakan “fitur paling mencolok” saat itu.

Dia menulis bahwa keraguan ini bukan semata karena dukungan AS terhadap Israel, tetapi lebih karena ketidakmampuan Washington dalam menjalankan kebijakan luar negerinya secara konsisten.

Sheikh Zayed dan Surour mengutip sejumlah contoh sebagai bukti bahwa AS meninggalkan para sekutu mereka di saat genting:

♦Shah Iran (Mohammad Reza Pahlavi), yang digulingkan dalam Revolusi Iran 1979 meski merupakan sekutu dekat AS.

♦Jean-Claude Duvalier, diktator Haiti pro-Barat yang dipaksa lengser tahun 1986 akibat tekanan rakyat.

♦Ferdinand Marcos, penguasa otoriter Filipina, yang digulingkan melalui Revolusi Kekuasaan Rakyat (People Power) pada Februari 1986.

"Meski reputasi mereka dipertanyakan, para pemimpin itu tetap setia kepada Amerika selama bertahun-tahun. Maka, reputasi mereka seharusnya bukan alasan untuk diperlakukan dengan tidak hormat,” demikian argumen Zayed dan Surour dalam percakapan dengan Amery.

Mereka bahkan bertanya secara retoris: “Jika sahabat Amerika diperlakukan seperti ini, apa gunanya menjadi sahabat mereka?”

Kepercayaan Personal yang Tinggi


Amery, dalam laporannya, mengkritik pola pikir pemimpin Timur Tengah yang sangat mengutamakan hubungan personal. Dia menyatakan, “Pemimpin-pemimpin di wilayah ini cenderung menempatkan hubungan pribadi di atas segalanya, sesuatu yang kurang kita lakukan di Barat.”

Sebagai perbandingan, dia menyebut penarikan Inggris dari Aden (Yaman Selatan) tahun 1967 dan bagaimana Arab Saudi kemudian memberi perlindungan kepada mantan pemimpin Aden sebagai contoh loyalitas yang dihargai tinggi oleh dunia Arab.

Amery juga menyebut kasus Idi Amin, diktator Uganda, yang meskipun dicap pelanggar hak asasi manusia (HAM) berat, tetap diberi perlindungan oleh Libya dan Arab Saudi setelah digulingkan tahun 1979. Amin tinggal di pengasingan sampai meninggal dunia pada 2003.

Laporan Amery kepada pemerintah Inggris mendapat perhatian langsung dari Perdana Menteri Margaret Thatcher, yang menyebutnya “menarik dan sangat informatif.”

Pengungkapan ini memberi gambaran historis bahwa bahkan sejak tahun 1980-an, para pemimpin Teluk sudah menyimpan keraguan terhadap keandalan Washington sebagai pelindung sejati.

Meski hubungan strategis AS dan UEA tetap berjalan hingga kini, catatan ini menambah konteks penting dalam memahami dinamika kepercayaan antara dunia Arab dan Barat.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Warga Tangsel Resah...
Warga Tangsel Resah Dipungut Biaya Pemakaman hingga Jutaan Rupiah
Lesti Kejora Dukung...
Lesti Kejora Dukung Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Perselingkuhan
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
Berita Terkini
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved