Dokter Rusia Ajak Jerman Bentuk Tim Gabungan Selidiki Kasus Navalny

Minggu, 06 September 2020 - 15:54 WIB
loading...
Dokter Rusia Ajak Jerman...
Dokter Rusia telah mengusulkan kepada dokter-dokter di Jerman untuk membentuk kelompok gabungan untuk menyelidiki kasus peracunan Alexei Navalny. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Dokter Rusia telah mengusulkan kepada dokter-dokter di Jerman untuk membentuk kelompok gabungan untuk menyelidiki kasus peracunan Alexei Navalny. Tokoh oposisi Rusia itu, yang saat ini dirawat di rumah sakit di Berlin itu diduga diracun dengan Novichok.

"Banyak orang prihatin tentang nasib Navalny dan Kamar Medis Nasional Rusia sekarang mengajukan banding ke Kamar Medis Nasional Jerman untuk membentuk kelompok ahli dengan mereka untuk mempelajari kondisi Navalny," kata Presiden Kamar Medis Nasional Rusia, Leonid Roshal. ( Baca juga: Trump: AS Tidak Punya Bukti Navalny Diracu n)

Roshal mengatakan, penyebab memburuknya kondisi Navalny belum jelas. Dia mencatat bahwa dokter Rusia yang merawat Navalny melakukan pekerjaan mereka dengan sangat baik dan menyelamatkan pasien, dan menuturkan bahwa studi yang dilakukan di Rusia tidak menunjukkan bahwa politisi itu diracuni.

"Mari kita berkumpul dengan tenang, perwakilan dan spesialis Rusia, serta ahli toksikologi dan spesialis dari Jerman, dan kita akan membahas apakah (Navalny diracun) atau tidak," ungkapnya.

"Karena jika ternyata Navalny benar-benar diracuni, kami yakin bahwa perlu untuk memulai penyelidikan kasus kriminal di Rusia," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (6/9/2020).

Menurut Roshal, pihak Rusia telah mengirimkan permintaan ke lembaga penegak hukum Jerman, serta dokter Jerman terkait situasi Navalny, namun belum ada jawaban. ( Baca juga: Bertemu Bos Volkswagen AG, Elon Musk Jajal VW ID.3 dan ID.4 )
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Blak-blakan, Walkot...
Blak-blakan, Walkot New York Mamdani Sebut AS Bertanggung Jawab atas Genosida Gaza
Rekomendasi
Alasan Hotman Paris...
Alasan Hotman Paris Tidak Khawatir soal Ucapannya 'Lu Punya Otak Gak?' Dilaporkan ke Polisi
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
Berita Terkini
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved