Ukraina: Rusia Melanggar Gencatan Senjata Paskah Hampir 3.000 Kali

Selasa, 22 April 2025 - 14:45 WIB
loading...
Ukraina: Rusia Melanggar...
Ukraina menuduh Rusia melanggar gencatan senjata Paskah hampir 3.000 kali. Foto/New York Times
A A A
KYIV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia melanggar gencatan senjata Paskah yang diumumkannya sendiri hampir 3.000 kali, tepatnya 2.935 pelanggaran.

Gencatan senjata Paskah selama 30 jam diumumkan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Sabtu.

“Sifat tindakan Ukraina akan terus seperti cermin: kami akan menanggapi keheningan dengan keheningan, dan pukulan kami akan menjadi pertahanan terhadap pukulan Rusia. Tindakan selalu berbicara lebih keras daripada kata-kata,” tulis Zelensky dalam sebuah posting di aplikasi perpesanan Telegram, yang dilansir New York Post, Selasa (22/4/2025).

Baca Juga: Rusia Klaim Diserang Ukraina Lebih dari 1.300 Kali selama Gencatan Senjata Paskah

Menurutnya, pasukan Rusia meluncurkan 1.882 peluru ke posisi pasukan Ukraina, termasuk 812 dengan senjata berat.

Pasukan Kremlin, lanjut Zelensky, juga melakukan 96 operasi penyerangan di sepanjang garis depan dan menggunakan ratusan pesawat nirawak selama gencatan senjata Paskah.

Sebagian besar penembakan Rusia terjadi di distrik Pokrovsk di wilayah Donetsk di Ukraina timur, di perbatasan Rusia.

Kota Pokrovsk—yang dihuni sekitar 69.000 penduduk sebelum perang—merupakan pusat logistik utama bagi pasukan Ukraina, karena stasiun kereta apinya dan lokasinya di persimpangan beberapa jalan penting.

“Pokrovsk merupakan pusat yang sangat penting, pusat pertahanan. Jika kita kehilangan Pokrovsk, seluruh garis depan akan hancur,” kata pakar militer Ukraina Mykhalo Zhyrokhov kepada BBC News.

Serangan udara selama gencatan senjata Paskah juga menewaskan tiga orang di wilayah Kherson selatan Ukraina, kata seorang pejabat daerah setempat pada hari Senin.

Sebelumnya, pihak Rusia menuduh Ukraina menyerang lebih dari 1.300 kali selama gencatan senjata Paskah.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan gelombang serangan Ukraina mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur dan menyebabkan kematian warga sipil.

Kementerian tersebut mengatakan bahwa pasukan Ukraina telah menembaki posisi Rusia sebanyak 444 kali, juga telah menghitung lebih dari 900 serangan pesawat nirawak Ukraina.

Disebutkan bahwa distrik perbatasan wilayah Bryansk, Kursk, dan Belgorod telah diserang.

"Akibatnya, terjadi kematian dan cedera di antara penduduk sipil, serta kerusakan pada objek sipil," katanya dalam sebuah pernyataan yang diunggah di aplikasi perpesanan Telegram, seperti dikutip Reuters.

“Sesuai dengan perintah Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Rusia [Presiden Vladimir Putin], semua kelompok [militer Rusia] di wilayah operasi militer khusus tersebut secara ketat mematuhi rezim gencatan senjata dan tetap berada di garis dan posisi yang sebelumnya diduduki,” kata kementerian tersebut.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan kembali harapannya bahwa Moskow dan Kyiv dapat segera menyetujui kesepakatan damai.

“Semoga saja, Rusia dan Ukraina akan mencapai kesepakatan minggu ini. Keduanya kemudian akan mulai berbisnis besar dengan Amerika Serikat, yang sedang berkembang pesat, dan menghasilkan banyak uang!” tulis Presiden Trump di akun Truth Social miliknya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Survei: Semakin Banyak...
Survei: Semakin Banyak Warga Israel Tak Suka kepada Netanyahu gegara Perang Iran
Rekomendasi
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Buntu Lawan Ghana di Piala Dunia 2026: Harry Kane Mandul
Inggris vs Ghana 0-0,...
Inggris vs Ghana 0-0, Laga Hambar di Boston
Berita Terkini
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Infografis
Kehebatan Rudal Sijjil,...
Kehebatan Rudal Sijjil, Senjata Andalan Iran Hancurkan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved