Memilukan, Rumah Sakit Italia Menerima Pasien Corona Setiap 5 Menit

Senin, 16 Maret 2020 - 11:52 WIB
Memilukan, Rumah Sakit...
Memilukan, Rumah Sakit Italia Menerima Pasien Corona Setiap 5 Menit
A A A
ROMA - Seorang dokter Italia mengatakan sebuah rumah sakit di Milan menerima pasien virus corona jenis baru, COVID-19, setiap lima menit. Parahnya, puncak wabah di negara itu diprediksi terjadi dua minggu lagi.

Massimo Galli, kepala unit penyakit menular di Rumah Sakit Sacco yang kewalahan di Milan, mengatakan kepada ABC News bahwa fasilitas itu mencapai titik "saturasi total".

"Kami semakin dekat untuk tidak dapat menerima pasien baru. Ada kejenuhan total tempat tidur," keluh Galli. (Baca: Wabah Corona Membunuh 1.809 Orang di Italia, Sehari 368 Meninggal )

Dia menambahkan pasien bebas virus dipulangkan setiap dua atau tiga jam dan bahwa administrator rumah sakit mencari bangunan alternatif untuk merawat pasien.

Dia mengatakan negara-negara lain harus tetap sangat waspada dalam melacak semua orang yang terinfeksi."Jelas kami memiliki pandemi," ujarnya, yang lansir Minggu (15/3/2020).

"Angka-angka di Spanyol, Prancis, Jerman membuatnya tampak seperti hanya beberapa minggu dari wabah. Saya harap saya salah untuk semua orang," ujarnya.

Dia meyakini Italia masih menderita penyebaran COVID-19 hingga empat minggu lagi dengan puncak wabah diperkirakan terjadi dua minggu lagi.

Data yang dikutip SINDOnews.com dari situs pelaporan online worldometers.info pada Senin (16/3/2020) ada 24.747 kasus COVID-19 di Italia dengan 1.809 meninggal dan 2.335 pasien disembuhkan.

Pada hari Jumat, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan Eropa sekarang menjadi pusat pandemi COVID-19.

Perdana Menteri Italia Guiseppe Conte pada hari ini mengambil langkah dramatis untuk membuat negara itu lockdown ketat. Semua bisnis, kecuali apotek dan toko kelontong, tutup. Semua sekolah sudah ditutup lebih dulu. (Baca juga: UPDATE Corona 16 Maret: 6.515 Meninggal, 77.450 Sembuh, 169.415 Kasus )

Spanyol telah menyatakan keadaan darurat, di mana Madrid dalam status lockdown dan resor di Ibiza dan Majorca ditutup. Spanyol adalah negara yang terkena dampak terburuk kedua di Eropa setelah Italia.

Prancis juga melakukan lockdown dalam upaya untuk menghentikan penyebaran COVID-19. Berbagai restoran, beberapa toko, bioskop, dan kafe ditutup hingga beberapa hari ke depan.

Di Inggris rencana sedang berlangsung untuk melarang pertemuan massal mulai minggu depan setelah jumlah kematian naik menjadi 35 orang.
(mas)
Berita Terkait
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Usut Asal-usul Virus...
Usut Asal-usul Virus Corona, Tim Penyelidik WHO Tiba di Wuhan
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Terungkap, China Sempat...
Terungkap, China Sempat Tunda Rilis Informasi Virus Corona
Berita Terkini
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
2 jam yang lalu
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
3 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
5 jam yang lalu
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
7 jam yang lalu
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
9 jam yang lalu
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
10 jam yang lalu
Infografis
Pasukan Israel Usir...
Pasukan Israel Usir Pasien dari Rumah Sakit Indonesia di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved