5 Sistem Perang Elektronik Rusia Terbaik Ubah Senjata Canggih NATO Jadi Besi Rongsokan

Rabu, 16 April 2025 - 13:15 WIB
loading...
A A A
Sistem pengumpulan EW dan elint seluler ini mengkhususkan diri dalam pengacauan seluler UHF, VHF, dan GSM di berbagai frekuensi, dan memiliki radius efektif hingga 6 km.

Beroperasi dalam koordinasi dengan UAV Orlan-10, yang membantu mencari dan mengganggu pemancar sinyal.

Pengembangan Diukur dalam Bulan, Bukan Tahun


“Rusia menciptakan sistem EW baru dan yang ditingkatkan kira-kira setiap tiga bulan sekali," ungkap sejarawan pertahanan udara Yuri Knutov.

“Dominasi EW Rusia bergantung pada kekuatan sistemnya, cakupan jangkauan frekuensi yang sangat luas, dan yang terpenting, jumlah stasiunnya," papar Knutov.

Mengapa Sistem Rusia Tak Tertandingi?


“EW sangat penting bagi upaya Angkatan Bersenjata Rusia untuk menghancurkan kemampuan Komando dan Kontrol (C2) dan Intelijen, Pengawasan, dan Pengintaian (ISR) musuh," papar pakar Satgas EMP David T. Pyne.

Dia menjelaskan, “Rusia bisa dibilang memiliki salah satu sistem EW terbaik di dunia, khususnya berkat pengacau GNSS jarak jauhnya.”

Apa Asal Mula Keunggulan EW Rusia?


Pakar teknik elektronik dan radio David Stupples memperkirakan kemampuan perang elektronik Rusia yang modern bermula dari keputusan presiden tahun 2007 untuk secara radikal meningkatkan peralatan dan doktrinnya berdasarkan pelajaran yang diperoleh dari agresi AS terhadap Irak.

“Pengakuan akan pentingnya perang elektronik ini telah membuat Barat berusaha mengejar ketertinggalan hingga hari ini,” pungkas Stupples.

Baca juga: Abu Ubaidah: Israel Mungkin telah Membunuh Sandera Warga AS Edan Alexander
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
6 Calon Sekjen PBB Debat,...
6 Calon Sekjen PBB Debat, Paparkan Atasi Konflik Global di Masa Depan
Rekomendasi
Wajah Baru Lotte Mart...
Wajah Baru Lotte Mart Wholesale Serang Tawarkan Pengalaman Belanja dan Kuliner dalam Satu Destinasi
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Sistem Perang Elektronik...
Sistem Perang Elektronik Rusia Bikin Senjata NATO Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved