Siapa Yamaguchi-gumi? Sindikat Yakuza Terbesar dan Terkaya di Jepang

Jum'at, 11 April 2025 - 18:12 WIB
loading...
Siapa Yamaguchi-gumi?...
Sindikat Yakuza terbesar dan terkaya di Jepang akhiri perang geng. Foto/X/@Junika2022
A A A
TOKYO - Yamaguchi-gumi, sindikat kejahatan yakuza terbesar di Jepang telah berjanji untuk mengakhiri perangnya yang telah berlangsung lama dengan faksi saingan dan menahan diri untuk tidak menimbulkan "masalah," kata pihak berwenang, karena kelompok-kelompok seperti mafia tersebut berjuang dengan menurunnya jumlah anggota dan meningkatnya tindakan keras polisi.

Tiga anggota senior Yamaguchi-gumi mengunjungi markas polisi Prefektur Hyogo pada hari Senin dan menyampaikan surat kepada petugas yang berisi janji untuk "mengakhiri semua pertikaian internal" dan "tidak akan pernah menimbulkan masalah," kata polisi kepada CNN.

Siapa Yamaguchi-gumi? Sindikat Yakuza Terbesar dan Terkaya di Jepang Akhiri Perang Geng yang Sudah Berlangsung 1 Dekade

1. Kelompok Yakuza Terkaya dan Terbesar di Dunia

Yamaguchi-gumi, salah satu geng kriminal terbesar dan terkaya di dunia, telah terlibat dalam perseteruan berdarah dengan kelompok sempalan sejak tahun 2015, ketika lebih dari selusin faksi memisahkan diri untuk membentuk Kobe Yamaguchi-gumi.

Sejak saat itu, kekerasan yang meningkat antara kedua organisasi kriminal yang bertikai ini telah menyebabkan gangster yang bermusuhan ditembak mati atau ditikam dalam puluhan insiden, menurut polisi.

Konflik bersenjata, yang sering meletus di jalan-jalan umum di kota-kota di Jepang bagian tengah dan barat, telah memberi tekanan pada pihak berwenang untuk memperketat pembatasan terhadap geng-geng tersebut.

Baca Juga: Penyelundupan Ilegal di Perbatasan Korea Utara dan China Picu Tragedi Kemanusiaan

2. Tetap Bergerak Meski Diawasi Kepolisian Jepang

"Yakuza" adalah istilah umum untuk kelompok kejahatan terorganisasi Jepang, yang berada di wilayah abu-abu di negara tersebut. Meskipun mereka tidak dilarang, kelompok-kelompok tersebut diatur dan dipantau oleh pihak berwenang.

Pada tahun 2020, polisi secara resmi menetapkan Yamaguchi-gumi dan kelompok sempalannya sebagai geng yang berperang - yang memberi petugas kemampuan untuk meningkatkan pengawasan, membatasi aktivitas mereka, termasuk melarang penggunaan kantor mereka dan kemampuan untuk mengumpulkan dana.

"Konflik mereka telah menjadi serius dan tidak dapat diprediksi," kata Badan Kepolisian Nasional pada tahun 2021. Dalam lima tahun terakhir, polisi juga telah menempatkan beberapa geng lain di bawah pengawasan ketat.

Tidak jelas apakah kelompok sempalan saingannya, Kobe Yamaguchi-gumi, telah menanggapi janji gencatan senjata. Polisi mengatakan mereka akan "memantau dengan saksama pergerakan kedua kelompok" karena deklarasi untuk mengakhiri perang wilayah mungkin berat sebelah.

3. Tren Yakuza Sudah Melemah dan Anggotanya Makin Sedikit

Keanggotaan kelompok yakuza di seluruh Jepang telah menurun selama beberapa dekade terakhir. Pada tahun 2024, jumlah anggota sindikat kejahatan terorganisasi mencapai 18.800, mencapai rekor terendah dan turun di bawah 20.000 untuk pertama kalinya, menurut data polisi.

Angka-angka resmi tersebut menunjukkan jumlah anggota aktif geng Yamaguchi-gumi telah berkurang hampir setengahnya sejak 2014 - turun dari 6.000 saat itu menjadi hanya 3.300 pada akhir tahun lalu. Kobe Yamaguchi-gumi memiliki sekitar 120 anggota tahun lalu.

Namun, seiring dengan menurunnya keanggotaan yakuza, otoritas Jepang berjuang melawan fenomena kriminal baru: "tokuryu."

Geng-geng anonim ini tidak berafiliasi dengan keluarga yakuza, beroperasi secara individu atau dalam kelompok ad hoc. Sekitar 10.000 anggota geng tokuryu diselidiki tahun lalu, dan polisi menghubungkan mereka dengan perampokan disertai kekerasan di Tokyo, dan skema penipuan yang melibatkan penipuan romansa dan investasi di media sosial.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Detik-Detik Pesawat...
Detik-Detik Pesawat Ringan Tabrak Gedung 108 Lantai di China, Jendela Bolong Picu Kebakaran
Rekomendasi
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Denny Sumargo Klarifikasi...
Denny Sumargo Klarifikasi Rumor Selingkuh, Tegaskan Momen di CCTV Hanya Syuting
Berita Terkini
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved