Siapa Sleeping Prince? Pangeran Arab Saudi Koma 20 Tahun Tak Kunjung Bangun
Jum'at, 11 April 2025 - 13:51 WIB
loading...
A
A
A
Pada hari kecelakaan, Pangeran Khaled memiliki firasat akan terjadi sesuatu yang tidak beres. Dia bahkan sempat melarang putranya tersebut keluar rumah, namun Pangeran Al-Waleed berhasil menyakinkannya dan dia tetap pergi bersama kedua temannya.
Ketika kecelakaan terjadi, Pangeran Khaled tengah makan malam bersama seorang diplomat Arab Saudi, Abdullah bin Yahya Al-Muallami.
Sesaat setelah kecelakaan, Pangeran Al-Waleed yang terlempar dari dalam mobil bersama kedua temannya sempat sadar. Dia bertanya: "Bagaimana kondisi teman-temanku?"
Setelah itu, dia mengalami koma yang sangat lama karena pendarahan otak, meski kedua temannya baik-baik saja usai kecelakaan tersebut.
Pangeran Al-Waleed sempat divonis akan meninggal dan tubuhnya akan membusuk dalam waktu 72 jam hingga seminggu setelah menjalani operasi pascakecelakaan. Dokter pun mengatakan upaya penyelamatan tidak akan berhasil.
Setelah sempat ragu apakah harus tetap mempertahankan atau membiarkan putranya pergi, Pangeran Khaled bertanya pada dirinya sendiri, "Jika Tuhan ingin dia mati, Dia akan melakukannya tanpa bantuan saya atau dokter. Dan ini telah mengguncang saya."
Setelah 18 bulan pertama menjalani perawatan, Pangeran Al-Waleed mulai bernapas sendiri selama 3 bulan tanpa bantuan alat medis. Si "Sleeping Prince" sempat bereaksi ketika disentuh dan diajak bicara, tetapi hanya pada orang-orang tertentu, seperti beberapa dokter, perawat, dan anggota keluarga.
Mengutip dari laporan El-Mundo, setelah lebih dari sepuluh tahun menjalani perawatan di Rumah Sakit Riyadh, Pangeran Al-Waleed dipindahkan untuk menjalani perawatan intensif di kediaman keluarga pada 2016.
Ketika kecelakaan terjadi, Pangeran Khaled tengah makan malam bersama seorang diplomat Arab Saudi, Abdullah bin Yahya Al-Muallami.
Sempat Sadar sebelum Koma
Sesaat setelah kecelakaan, Pangeran Al-Waleed yang terlempar dari dalam mobil bersama kedua temannya sempat sadar. Dia bertanya: "Bagaimana kondisi teman-temanku?"
Setelah itu, dia mengalami koma yang sangat lama karena pendarahan otak, meski kedua temannya baik-baik saja usai kecelakaan tersebut.
Pangeran Al-Waleed sempat divonis akan meninggal dan tubuhnya akan membusuk dalam waktu 72 jam hingga seminggu setelah menjalani operasi pascakecelakaan. Dokter pun mengatakan upaya penyelamatan tidak akan berhasil.
Setelah sempat ragu apakah harus tetap mempertahankan atau membiarkan putranya pergi, Pangeran Khaled bertanya pada dirinya sendiri, "Jika Tuhan ingin dia mati, Dia akan melakukannya tanpa bantuan saya atau dokter. Dan ini telah mengguncang saya."
Setelah 18 bulan pertama menjalani perawatan, Pangeran Al-Waleed mulai bernapas sendiri selama 3 bulan tanpa bantuan alat medis. Si "Sleeping Prince" sempat bereaksi ketika disentuh dan diajak bicara, tetapi hanya pada orang-orang tertentu, seperti beberapa dokter, perawat, dan anggota keluarga.
Mengutip dari laporan El-Mundo, setelah lebih dari sepuluh tahun menjalani perawatan di Rumah Sakit Riyadh, Pangeran Al-Waleed dipindahkan untuk menjalani perawatan intensif di kediaman keluarga pada 2016.
Lihat Juga :