Ancaman Serang Iran Serius, Kapal Induk Nuklir AS Kedua Tiba di Timur Tengah

Jum'at, 11 April 2025 - 08:40 WIB
loading...
Ancaman Serang Iran...
kapal induk bertenaga nuklir USS Carl Vinson tiba di Timur Tengah setelah AS ancam menyerang Iran. Foto/US Navy
A A A
TEL AVIV - Ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunjukkan keseriusannya dalam mengancam akan menyerang Iran, kapal induk bertenaga nuklir Amerika kedua telah tiba di Timur Tengah pada Kamis.

Meski demikian, militer Amerika berdalih kehadiran kapal induk USS Carl Vinson tersebut berfokus pada kampanye melawan kelompok Houthi Yaman.

Komando Pusat (CENTCOM) AS pada Jumat (11/4/2025) mem-posting video jet tempur siluman F-35C yang dilengkapi dengan berbagai bom saat hendak lepas landas dari dek penerbangan USS Carl Vinson.

Baca Juga: Trump Serius Ancam Iran dengan Kekuatan Militer AS, Israel Juga Terlibat

Kapal induk USS Carl Vinson bersama kelompok penyerangnya sekarang mendampingi kelompok penyerang kapal induk USS Harry S Truman, yang telah berada di wilayah tersebut sejak Desember sebagai bagian dari kampanye AS melawan Houthi.

Kampanye pengeboman meningkat pada 15 Maret setelah Presiden Donald Trump memerintahkan pendekatan yang lebih agresif untuk menekan kelompok militan tersebut agar berhenti menyerang kapal-kapal di Laut Merah.

Militer AS telah menyerang lebih dari 100 target Houthi di Yaman sejak meluncurkan kampanye bulan lalu, kata seorang pejabat pertahanan AS kepada Al Arabiya English baru-baru ini.

Kepala Pentagon Pete Hegseth sebelumnya telah memerintahkan skuadron tambahan dan aset pertahanan udara ke wilayah tersebut sebagai unjuk kekuatan lebih lanjut.

USS Carl Vinson dialihkan dari Indo-Pasifik untuk memperkuat kehadiran AS di Timur Tengah, bersamaan dengan pengerahan baterai rudal Patriot dan sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD).

Sementara Pentagon belum mengonfirmasi lokasi pengerahan yang tepat, laporan menunjukkan sistem THAAD dikirim ke Israel.

AS dan Israel Akan Serang Iran


Presiden Trump telah mengatakan opsi militer terhadap Iran "benar-benar" dipertimbangkan jika perundingan terkait program nuklir Teheran mengalami kegagalan. Perundingan akan berlangsung di Oman pada Sabtu (12/4/2025).

Trump mengeklaim bahwa perundingan tersebut akan bersifat langsung, sementara Teheran bersikeras bahwa perundingan akan tetap tidak langsung, dengan mengatakan bahwa Washington tidak dapat dipercaya.

Ketika ditanya apakah dia mengharapkan "sesuatu yang pasti" akan muncul dari pertemuan tersebut, Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa dia memandang pembicaraan di Oman sebagai awal dari sebuah proses, sambil mengonfirmasi bahwa dia memiliki tenggat waktu tertentu dalam pikirannya.

"Ini adalah awal. Kami punya sedikit waktu, tetapi kami tidak punya banyak waktu. Karena kami tidak akan membiarkan mereka memiliki senjata nuklir," kata Trump.

"Ketika Anda memulai pembicaraan, Anda tahu apakah pembicaraan itu berjalan baik atau tidak. Dan saya akan mengatakan kesimpulannya adalah ketika saya pikir pembicaraan itu tidak berjalan baik. Jadi itu hanya perasaan," paparnya.

Awal minggu ini, Trump memperingatkan Iran tentang "bahaya besar" dan "hari yang sangat buruk" jika negosiasi gagal. Ketika ditanya oleh wartawan apakah itu menandakan keinginan untuk menggunakan kekuatan militer, presiden AS menjelaskan posisinya dengan jelas.

"Oh, jika perlu? Tentu saja!..Dengan Iran, ya, jika itu membutuhkan militer, kami akan memiliki militer...Israel jelas akan sangat terlibat dalam hal itu—mereka akan menjadi pemimpinnya," paparnya, seperti dikutip AFP.

Selama masa jabatan pertamanya, Trump secara sepihak menarik diri dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) 2015—sebuah perjanjian multinasional yang bertujuan untuk membatasi aktivitas nuklir Iran dengan imbalan keringanan sanksi.

Sejak kembali menjabat pada bulan Januari, dia telah menerapkan kembali kebijakan "tekanan maksimum", menuduh Teheran berusaha mengembangkan senjata nuklir dan memberlakukan sanksi baru yang menargetkan sektor minyak Iran.

Pada awal Maret, Trump mengungkapkan bahwa dia telah mengirim surat kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang mengusulkan negosiasi ulang.

Dia memperingatkan bahwa jika Teheran menolak tawaran tersebut, negara itu dapat menghadapi serangan militer "yang belum pernah terjadi sebelumnya".

Iran menyatakan bahwa program nuklirnya bersifat damai dan telah berulang kali mengecam sanksi AS sebagai ilegal dan tidak dapat dibenarkan.

Pejabat Iran telah menyatakan bahwa negara itu siap untuk menanggapi setiap agresi dan dilaporkan telah menempatkan militer dalam siaga tinggi.

Berbicara pada upacara Hari Teknologi Nuklir Nasional pada hari Rabu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi akan menyampaikan instruksi Khamenei selama pembicaraan di Oman.

"Seperti yang telah dinyatakan oleh Pemimpin Tertinggi, Republik Islam siap untuk terlibat...tetapi keterlibatan ini harus tidak langsung, bermartabat, dan disertai dengan jaminan yang jelas, karena kami masih belum mempercayai pihak lain," demikian pernyataan siaran pers dari kantor presiden Iran.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Penembakan di Fasilitas...
Penembakan di Fasilitas Remaja, 6 Orang Tewas
Rekomendasi
YHK Junior Padel Championship...
YHK Junior Padel Championship 2026 Jadi Ajang Lahirnya Atlet Muda Indonesia
Gol Kylian Mbappe Bawa...
Gol Kylian Mbappe Bawa Prancis Ungguli Swedia 1-0 pada Babak Pertama
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Berita Terkini
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved